Awal Kerja, Kemenag Kabupaten Wonosobo Cek Final Pra Persiapan Haji Tahun 2018

Wonosobo РMemasuki masa kerja aktif usai cuti bersama di hari raya, Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo melalui Kasi Gara Haji dan Umroh, Totok Jumantoro di hari pertama kerja segera merampungkan persiapan dan pendataan Jemaah Calon Haji Tahun 2018, Kamis (21/6).

Dari hasil pendataan dan persiapan tersebut, Kasi Gara Haji dan Umroh menyebutkan, bahwa sebagian besar Dokumen Jamaah Calon Haji sudah di kirim ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah.

“Kami kejar tayang agar persiapannya bisa maximal. Sementara untuk¬† dokumen Calon Haji memang sudah kami kirim ke Kanwil Jateng, yakni sejumlah 784 Paspor jamaah Calhaj dan yang tidak kami kirim 1 data, karena 1 orang tersebut mutasi dari Kemenag Bandung,” terang Totok Jumantoro.

Selain itu, Totok Jumantoro juga menyebutkan bahwa persiapan untuk pemberangkatan calon haji sudah rampung di lakukan.

“Alhamdulillah sekarang persiapan sudah selesai semua. Tinggal nantinya pada tanggal 23 sampai 30 Juni 2018, rencananya kami akan lakukan manasik dalam 13 Kelompok dari 15 Kecamatan Se-Kabupaten Wonosobo secara serentak,” tambahnya.

Sementara itu, untuk memudahkan petugas dalam melakukan Klasifikasi atau pengelompokan, Kemenag Wonosobo juga telah menyiapkan tas tenteng atau tas saku dengan penulisan nama menggunakan spidol hitam.

“Tas tenteng atau tas saku kami juga sudah menyiapkannya, nanti akan kami tulis dengan spidol Hitam, guna untuk klasifikasi dan pengelompokan agar mudah.” lanjutnya.

Selanjutnya, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, M. Thobiq, Saat di temui mengatakan, pihaknya berharap persiapan yang sudah di lakukan dengan matang ini bisa menunjang keberlangsungan Ibadah Haji.

“Kasi Gara Haji dan Umroh sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan kepada jemaah calon haji, termasuk Manasik Akbar atau raya yang akan di langsungkan besok. Jadi harapannya, para jemaah ini besok akan bisa mengikuti Manasik raya dengan hikmat, tertib dan tepat waktu sehingga bisa mendapat lebih banyak lagi modal pengetahuan dan keterampilan yang akan mendukung keberlangsungan ibadah haji nantinya dan bisa menjadi haji mabrur, ” ungkap M. Thobiq.

Pihaknya juga menambahkan, hakikatnya pelaksanaan ibadah haji, selain dukungan fasilitas dari Kementerian Agama yang sudah di upayakan, jemaah haji juga harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri terkait kesehatan, kekuatan fisik dan bekal lainnya. (ps-wa/sua)