Bagi Guru, Budaya Menulis Harus Menjadi Kebutuhan

Kota Magelang – Lilik Fatkhu Diniyah, salah satu guru honorer Madrasah Ibtidaiyah Al-Iman Kota Magelang, terus berbagi dan menebarkan virus menulis kepada para guru di berbagai daerah. Di sela sela waktu, Lilik yang telah menulis beberapa buku dan sering menjadi narasumber di berbagai pelatihan diminta untuk mengisi kegiatan pelatihan menulis artikel bagi para guru yang berjumlah 120 orang di Kabupaten Purworejo, Minggu (4/11).

“Para guru di Kabupaten Purworejo ini jumlahnya sangat banyak, tetapi di antara mereka masih sedikit yang mau menulis. Setiap mereka mengikuti kegiatan, biasanya hanya mengejar pengembangan diri, tetapi mereka belum maksimal menghasilkan karya yang berupa publikasi ilmiah. Hal ini menjadi keprihatinan para pengurus APKS PGRI Kabupaten Purworejo,” ujar Sukatmo, M.Pd., ketua APKS Purworejo.

Sukatmo berharap dengan diadakannya pelatihan ini akan menghasilkan karya berupa artikel bagi para guru yang tergabung dalam organisasi PGRI di Kabupaten Purworejo. Kemampuan menulis seharusnya sudah menjadi kebutuhan dasar setiap guru madrasah, karena tradisi menulis merupakan tradisi dasar agama Islam.

Dalam materinya, Lilik memberikan semangat kepada para guru, bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menghasilkan karya baik berupa buku maupun artilkel ilmiah. Lilik memberikan waktu kepada para guru untuk membuat opini terhadap beberapa kasus atau peristiwa yang berkaitan dengan pendidikan. Alhasil, mereka pun mampu menghasilkan tulisan berupa opini.

“Besar harapan semoga para guru mampu menghasilkan karya baik berupa artikel maupun buku. Karena pada dasarnya menulis itu mudah,” ujar Lilik Fatkhu Diniyah.

“Menulis itu hanya perlu latihan terus menerus tanpa henti, meski sedikit demi sedikit. Dengan menulis setiap hari, tulisan kita akan semakin lezat, selain itu kita dapat menebar manfaat kebaikan untuk sesama sehingga menjadi ladang amal yang akan di bawa hingga akhir hayat nanti,” tambahnya.

Apalagi bagi guru, itu sangatlah mudah untuk membuat tulisan, karena guru memiliki segudang materi untuk ditulis. Di antaranya bisa menulis tentang pengalaman mengajar, pengalaman mengatasi kesulitan dan permasalahan anak didik, dan masih banyak lagi hal yang dapat ditulis oleh para guru madrasah.(Lilik/Sua)