Bangunan Gedung Yang Dibiayai SBSN Harus Lebih Berkualitas

PURWOKERTO – Memasuki minggu ke 20 pembangunan gedung MIN 1 Banyumas yang dibiayai dana SBSN, para pekerja fokus pada pekerjaan finishing.  Mereka bekerja hingga lembur sampai malam mengingat waktu yang sudah mendekati batas akhir pekerjaan yaitu 12 Oktober 2018. Kendati demikian, Wakil Direktur CV. Triwibowo & Co , Remi Yurioko mengaku optimis selesai sesuai target waktu. “ Insyaalloh selesai , ini lagi dikebut sampai malam” ujar Yuri selaku pelaksana  pada rapat rutin evaluasi progress pembangunan, selasa (25/9) kemarin di MIN 1 Banyumas.

Sementara itu Team Leader Konsultan Pengawas dari CV. Arena Kreasi Purwokerto Unggul Prasetyo melaporkan sampai dengan minggu ke 19 pelaksana telah mencapai progress pembangunan  71%. Dengan sisa waktu 3 minggu ini Unggul berharap pelaksana dapat bekerja sesuai dengan time schedule dan menambah jam kerja serta tenaga atau tukang  agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu.  “ Semua pekerjaan juga sudah sesuai spekteknis, dan Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada laporan kecelakaan kerja “ papar Unggul.

Menyikapi pembangunan yang memasuki tahapan finishing, Pejabat Pembuat Komitmen Khusus Pembangunan Gedung MIN 1 Banyumas melalui SBSN, Mahruri, S.H.I menegaskan agar pelaksana benar-benar mengutamakan mutu. “ Gedung SBSN ini harus lebih bagus, kualitas materialnya harus Kw 1, cat nya jangan yang gampang luntur, harus yang bagus dan mengkilap. Granit untuk lantai juga yang bagus.  Pemasangan plafon jangan sampai kelihatan sambungan gypsum nya. Material listrik seperti kabel, stop kontak, dan saklar juga harus menggunakan merk yang berkualitas” pesan Mahruri yang juga berprofesi sebagai guru di MIN 1 Banyumas.

Pembangunan gedung MIN 1 Banyumas melalui dana SBSN Tahun 2018 ini mendapatkan pagu anggaran Rp 2.305.374.000,00. Nilai kontrak pekerjaan konstruksi adalah sebesar Rp 2.100.683.000,00 pekerjaan konsultan perencana Rp 48.988.000,00 pekerjaan konsultan pengawas Rp 48.500.000,00 dan administrasi pengelolaan Rp 25.000.000,00. “Dari lelang dan pengadaan tersebut masih terdapat sisa dana Rp 82.203.000,00.  Kami sudah mengajukan permohonan optimalisasi sisa dana lelang tersebut kepada Kuasa Pengguna Anggaran Ditjen Pendidikan Islam melalui Kuasa Pengguna Anggaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas  untuk pengadaan meubelair Ruang Kelas Baru. Surat sudah kami email, dan insyalloh akan kami susuli dengan berkunjung langsung ke Ditjen Pendis awal Oktober mendatang” jelas Mahruri.

Dihubungi secara terpisah Kepala MIN 1 Banyumas, Saridin berharap gedung yang dibangun melalui SBSN ini bisa mulai ditempati  pada awal Nopember 2018. Selain untuk Ruang Kelas Baru, gedung yang terbangun juga akan digunakan untuk Ruang Pelayanan Terpadu, Ruang Kepala, Ruang TU dan Perpustakaan. “ Yang paling penting juga, gedung ini sebagai penyempurna gedung yang terbangun sebelumnya yaitu adanya 16 toilet bagi siswa dan guru. Sehingga siswa dan guru tidak perlu lagi berjalan jauh ke toilet masjid atau asrama siswa untuk keperluan buang air.”  Tutup Saridin. (ak/bd)