Barang Tak Berfungsi Perlu Dihapus

Semarang — Kondisi Barang Milik Negara (BMN) Kankemenag Kota Semarang, utamanya peralatan dan mesin yang ada di KUA Kecamatan sangat memprihatinkan. Sudah banyak PC, printer maupun mesin ketik manual yang sudah tidak dapat difungsikan.

Demikian gambaran kondisi KUA yang didapati oleh pengelola BMN dan tim SAI Kemenag Kota Semarang, Mukhlis dan Yoga Anggoro ketika melakukan opname fisik di KUA Semarang Utara pada Selasa (12/10).

“Setiap kami melakukan opname fisik BMN di KUA, kami temui barang-barang yang sudah tidak layak pakai. Jika dilakukan pemeliharaan, maka biaya yang dibutuhkan tidak sebanding dengan nilai ekonomisnya. Sehingga mau tidak mau memang lebih baik barang-barang tersebut dimasukkan ke gudang untuk dibuatkan berita acara kerusakan guna diajukan penghapusan,” jelasan Mukhlis dan Yogo ketika diwawancara Selasa (12/10).

Mukhlis menjelaskan, kegiatan opname fisik BMN dilaksakan dalam rangka penertiban pengadministrasian BMN. “Opname fisik ini bertujuan agar BMN di Kankemenag Kota Semarang, baik peralatan, mesin atau meubelair terinventarisasi dengan baik. Jangan sampai di daftar BMN tercatat, tetapi fisiknya tidak ada, atau bahkan sebaliknya,” ucap Mukhlis.

Dalam pelaksanaan kegiatan opname fisik BMN, barang-barang yang masuk dalam daftar inventaris BMN akan diberi nomer seri/registrasi. Hal ini guna memudahkan pengecekan opname fisik BMN selanjutnya.

Petugas tampak telaten menempelkan stiker pada barang-barang yang ada di KUA. “Butuh ketelitian dan kesabaran, jangan sampai salah pasang stiker,” ungkap Yogo.

Opname fisik ini tentunya begitu melelahkan. Karena banyaknya barang yang harus diperiksa. Tapi hal ini tidak menjadi soal bagi Mukhlis dan Yoga. “Lelah sih, tetapi menyenangkan. Diniati sembari silaturahmi dengan teman-teman KUA,” kelakar Yoga dan Mukhlis. (nova/iq/bd)