Bazda Rembang gandeng Kankemenag gulirkan pinjaman

Rembang — Para koordinator pinjaman bergulir diminta untuk bekerja secara ikhlas. Walaupun tanpa gaji, para pengelola bantuan bergulir tanpa bunga ini diminta untuk tetap kontinyu mengembangkan dana yang diprogramkan oleh Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Rembang ini.

Demikian dikemukakan oleh Dewan Penasihat Bazda Rembang yang juga selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Atho’illah kepada peserta Rapat Koordinasi Zakat, Bantuan Bergulir Bazda Rembang yang diadakan pagi tadi di aula Bazda Rembang.

Beliau mengatakan, segala amal perbuatan yang baik untuk mengelola dana tersebut tidak mendapat balasan setimpal, kecuali dari Allah SWT. “Setiap amal baik kita, terutama dalam mendayagunakan bantuan bergulir ini akan dibalas oleh Alloh berupa 10 kali kebaikan. Karena yang kita tolong adalah masyarakat yang membutuhkan dana untuk memulihkan kondisi perekonomiannya. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua,” paparnya.

Beliau mengakui, memang banyak permasalahan ataupun tantangan yang dihadapi dalam menggulirkan pinjaman ini. Masalah tersebut bukanlah untuk dihindari, melainkan disikapi. Beliau juga menekankan, agar bantuan bergulir ini diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, jangan sampai tidak tepat sasaran. “Pinjaman ini harus diprioritaskan kepada mereka yang produkif, bukan konsumtif,” tegasnya.

Kepala Divisi Pendayagunaan Bazda Rembang, Ruchbah mengimbau kepada para koordinator kecamatan untuk menggulirkan dana secepat mungkin. “Begitu ada dana angsuran, setidaknya selama dua bulan, maka hendaknya langsung digulirkan kepada orang lain yang membutuhkan,” terangnya.

Namun diakuinya, beberapa tantangan masih dihadapi, di antaranya tidak adanya penguasaan akuntansi layaknya pegawai di bidang perbankan dan tidak adanya biaya operasional. Namun hal tersebut tidaklah menjadi kendala yang berarti untuk melangsungkan program ini.

Bendahara Bazda yang juga selaku Penyelenggara Syari’ah Kankemenag Kabupaten Rembang, Tri Mulyani mengatakan, salah satu tantangan dan seni pengelolaan bantuan bergulir ini adalah bagaimana mengembangkan dana yang kecil namun bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pinjaman bergulir ini merupakan program Bazda Rembang yang dibagikan kepada masyarakat di setiap kecamatan di Kabupaten Rembang. Sasaran program ini yaitu masyarakat yang kurang mampu dan digunakan untuk usaha guna menopang perekonomian keluarga. Masing-masing kecamatan mendapatkan alokasi sebesar 6 juta rupiah, dan setiap orang mendapatkan pinjaman sebesar 500 ribu ruiah, dengan 10 kali angsuran tanpa bunga.—Shofatus Shodiqoh