BAZNAS Bangkitkan Kesadaran Zakat Warga Wonosobo

Wonosobo – Dalam pelantikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang diselenggarakan di Pendopo Bupati Rabu, (5/4), ada satu yang paling disorot mengenai zakat. Yakni; kesadaran mengeluarkan zakat Mal di Wonosobo, masih terbilang rendah.

Diperkirakan hingga awal 2017 ini, ghonaim (orang kategori mampu) yang mau mengeluarkan zakat sesuai dengan ketentuan baru mencapai 20-25 persen. Itupun masih di dominasi oleh kalangan PNS yang dikoordinir langsung oleh lembaganya dengan  cara memotong gaji sebesar 2,5 persen setiap bulan.

“Catatannya, harus ada kesepakatan dari pemberi zakat, juga harus ada pemberitahuan sebelum dilakukan pemotongan gaji,” ucap Kasi syari’ah Kemenag Wonosobo, Dwi Subrata.

Padahal, kata dia, manfaat dari adanya penuaian zakat sangat banyak. Diantaranya; dengan membayar zakat, bisa meminimalisir kesenjangan sosial ekonomi di mayasarakat.

Ditambah lagi, kata dia, dengan memberi zakat, sisi kepedulian dari yang mampu kepada yang kurang mampu nyata mewujud. “Ini penting karena gejolak yang sering mucul  di masyarakat  umunya berangkat dari ketimpangan serta kecemburuan ekonomi,” ujarnya.

Disebutkan, dalam penyalurannya mengenai zakat juga sudah diatur oleh pemerintah. Seperti yang tertuang pada UU 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat dan PP 11 tahun 2014 tentang zakat. “Peraturan tersebut merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam mengawal hasil zakat agar tepat sasaran,” katanya.

Pun demikian komitmen pemerintah dalam hal ini juga perlu dibarengai kesadaran muzaki (pemberi zakat) agar mau menyalurkan zakatnya lewat lembaga amil zakat. Bukan diberikan langsung atas inisiatif sendiri.

Tujuannya, penyaluran zakat bisa tepat sasaran dan terpenuhi sisi keadilannya. Dicontohkan, jika zakat diberikan langsung, sangat memungkinkan, satu warga miskin mendapat zakat dari 2 atau 3 orang. “Sementara warga miskin lainnya malah tidak mendapat kebagian, ini pentingnya lewat lembaga amil zakat,”katanya.

Sementara itu, Kepala Kankemenag Wonosobo, Muhtadin dijumpai usai pelantikan berharap, dengan dilantiknya pengurus baru tersebut bisa meningkatkan kualitas layanan zakat di Wonosobo.

“Harapan saya tentu, kesadaran Muzakki-nya meningkat, penyaluran zakat lebih efektif dan tepat sasaran,”pesan Kakankemenag. Untuk diketahui, pelantikan ini mengukuhkan Drs. H. Syarif Hidayat, MSi, Sebagai pimpinan dan pengurus baznas Wonosobo periode 2017-2022.