Baznas Karanganyar Khitankan 283 Anak

Karanganyar – Khitanan massal di aula Masjid Agung Karanganyar menjadi agenda pamungkas perayaan HUT ke-100 tahun Kabupaten Karanganyar, Selasa (19/12). Kegiatan yang diampu Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ini mendapat apresiasi banyak kalangan, termasuk Sekda Karanganyar, Samsi.

“Semangat masyarakat mengkhitankan putranya luar biasa. Saat pendaftaran ditutup, ini tadi saya lihat masih ada yang datang, jadi jumlah peserta terus bertambah”, ujar Samsi saat memberi sambutan.

Tingginya animo masyarakat dalam mengikutksertakan anak pada khitanan massal ini jelas dapat terlihat dari jumlah pendaftar. Semula panitia menutup pendaftaran peserta khitanan massal sebanyak 260 orang. Jumlah itu bertambah menjadi 283 orang saat pelaksanaan. Puluhan anak masih datang saat khitanan massal berlangsung.

Didukung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), RSUD dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Khitanan massal ini melibatkan tenaga medis sebanyak 60 orang mulai dari dokter hingga perawat.

“Peserta khitan, hampir dari seluruh kecamatan Di Kabupaten Karanganyar. Hanya Jatiyoso yang tidak ada karena lokasinya jauh. Seperti diketahui, khitan ini wajib bagi pria muslim jelang akil baligh. Semuanya digratiskan,” kata Pimpinan Baznas Karanganyar, Abdul Muid kepada wartawan.

Tak hanya menggratiskan biaya khitan, anak-anak juga diberi uang saku Rp 150 ribu, tas sekolah, kopiah, kemeja dan sarung. Menurut Abdul Muid, program khitanan massal menjadi agenda rutin Baznas Kabupaten Karanganyar tiap tahun. Penyelenggaraannya dimasukkan agenda hari jadi. Ia berharap program ini dapat memberilkan manfaat positif bagi masyarakat di Bumi Intanpari.

Sementara itu, Kepala Kankemenag Kabupaten Karanganyar yang hadir menyaksikan prosesi khitanan massal memberikan motivasi kepada anak-anak yang akan di khitan. Menghampiri beberapa anak yang akan di khitan, Kepala Kemenag berpesan agar peserta tidak perlu takut sakit ketika di khitan.

“Saat ini teknologi khitan sudah semakin canggih, sehingga rasanya tidak sesakit jaman saya dahulu. Sekarang ini baru beberapa jam di khitan sudah bisa pakai celana dan berjalan kesana kemari, berbeda dengan dahulu”, ujar Musta’in. (ida-hd)