BAZNAS Wonogiri Launching “Program Dusunku Beriman”

Wonogiri – Fenomena meningkatnya problematika kehidupan keluarga yang ditandai dengan terus bertambahnya angka perceraian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kenakalan anak di tengah masyarakat saat ini banyak dipengaruhi kurangnya penanaman nilai-nilai ajaran agama dalam keluarga, Penanaman nilai-nilai agama dan moral harus di tanamkan mulai dari keluarga, RT, dusun dan desa sangat efektif.

Berangkat dari pemikiran tersebut Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Wonogiri tahun 2015 ini melakukan launching/pembukaan program Dusunku Beriman di 15 dusun di Kabupaten Wonogiri. Program ini berupa pelatihan kerohanian, Pengajian, santunan dan Pembelajaran Baca Tulis Al Qur’an (BTA) untuk warga dusun. Ke 15 dusun tersebut tersebar di Kecamatan Eromoko, Paranggupito, Slogohimo, Kismantoro, Manyaran, Baturetno, Jatipurno, Puhpelem, Purwantoro, Giritontro dan Giriwoyo.

Program inovatif ini menjadi primadona dan mampu menghantarkan Kabupaten Wonogiri mendapat Penghargaaan Apresiasiasi Pendidikan Islam (API) dari Kementerian Agama RI Tahun 2014 kemarin. Program “Dusunku beriman” adalah program yang berbeda dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Gambaran program dusunku beriman adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Wonogiri mengalokasikan anggaran untuk dusun di wonogiri lewat kegiatan pemberantasan buta huruf Al Qur’an selama tiga bulan berturut-turut.

Demikian di sampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Wonogiri H. Maryanto, S. Sos. MM di dampingi pimpinan BAZNAS Kabupaten Wonogiri dalam acara pembinaan dan lounching program Dusunku beriman di Dusun Nguneng, Desa Nguneng, Kecamatan Puhpelem, Selasa (03/03/2015) hadir dalam acara tersebut Camat Puhpelem, Muspika, Kepala KUA Kecamatan Puhpelem, Para Kepala Desa, Penyuluh Agama Islam dan tokoh agama dan tokoh masyarakat se Kecamatan Pupelem.

”Kegiatan keagamaan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Wonogiri yang ingin menciptakan masyarakat yang berkualitas dan berakhlak mulia. Kabijakan Pemkab terhadap pendidikan Islam juga harus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Respon warga sangat baik, setelah dijalankannya kegiatan ini dengan indikasi semakin banyak warga yang berjamaah di masjid,” paparnya.

Menurut Maryanto pemberdayaan umat tersebut berangkat dari dusun karena dusun adalah masyarakat terkecil yang langsung berhubungan keluarga karena pendidikan mental agama sangat urgen maka perlu di mulai dari lini keluarga dan dusun, adapun sebagai tenaga pendampingan secara kontinyu adalah para penyuluh agama Islam, ustadz-ustadzah di daerah tersebut.

Adapun pendamping program tersebut adalah para Penyuluh Agama Islam karena Penyuluh Agama Islam baik fungsional dan honorer sebagai bagian dari Aparat Kementerian Agama merupakan ujung tombak dengan masyarakat muslim di daerah, eksistensi mereka secara langsung mendampingi masyarakat belajar ilmu agama yang sangat di butuhkan di dalam masyarakat, dalam pola kerjanya penyuluh fungsional juga menggandeng dai-dai muda yang merupakkan ustadz-ustadzah di daerah yang secara kultural bisa di terima secara langsung oleh masyarakat. Mursyid__Heri