Bedah Kisi-Kisi USBN, Upaya Tingkatkan Kemampuan Guru

Klaten РKelompok Kerja Madrasah (KKM) MI Kabupaten Klaten gelar bedah kisi-kisi USBN bekerja sama dengan PT Intan Pariwara Klaten yang diikuti oleh guru mapel MI kelas VI, bertempat di Aula PT Intan Pariwara,(5/1). Ketua KKM MI Sofyan Thohari yang sekaligus Kepala Madrasah MIN 1 Klaten mengatakan, kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kemampuan guru madrasah dalam menyongsong USBN tahun 2019.

“Melalui bedah kisi-kisi ini kita berharap dapat memprediksi berbagai kemungkinan soal yang akan muncul pada saat berlangsungnya USBN berdasarkan indicator yang telah dirumuskan dalam kisi-kisi, utamanya untuk meningkatkan kemampuan guru dan nilai USBN MI di Klaten,” tandasnya.

Selain itu untuk memberikan pencerahan sekaligus meningkatkan kualitas mutu Madrasah Ibtidaiyah dan seluruh siswa sukses ujian khususnya berkaitan tentang hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun pelajaran 2018/ 2019.

Guru akan mampu memahami aturan pendidikan menangkap keinginan pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di Madrasah yang realitasnya salah satunya peningkatan standar nilai USBN.

Sementara itu Kasi Pendidikan Madrasah, Waznan Fauzi dalam pengarahannya menyampaikan, apresiasi yang setinggi-tingginya atas kegiatan ini. Guru akan dapat memahami dengan baik kisi-kisi dan materi yang akan menjadi bahan ujian akhir, untuk disampaikan kepada siswa dengan baik, dan hasil ujian datang lebih baik.

“Pendidik dapat membandingkan dengan soal-soal dari tahun ke tahun sampai perbandingan soal dari daerah yang satu dengan daerah yang lain”, tutur Waznan.

Kualitas guru yang baik, maka siswa juga akan berkualitas meningkatkan mutu madrasah lebih baik lagi.  Waznan juga berharap agar bedah kisi-kisi USBN dapat meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran untuk menyongsong ujian sekolah yang bermutu.

“Pendidikan yang baik akan menghadirkan output siswa yang lebih baik, pendidikan ke depan ini akan melahirkan kebudayaan dan peradaban baru bangsa Indonesia yang lebih sejahtera dan kesejahteraan masyarakat. Madrasah diharapakan mengambil peran sebagai alat pemersatu bangsa, yang berasaskan nilai-nilai Islami, madrasah selangkah lebih maju dari sekolah umum,” imbuhnya.(aj/Wul)