Bekal Mantap Siswa Kelas VI MIN 2 Sukoharjo Bentuk Karakter yang Tangguh

SUKOHARJO – Teriakan ratusan siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sukoharjo memecah keheningan Waduk Mulur yang begitu luas. Terik matahari tidak menyurutkan semangat anak-anak menyelesaikan seluruh tahapan outbond yang dilaksanakan. Kegiatan outbond tersebut merupakan rangkaian kegiatan Bekal Mantap yang dilaksanakan selama dua hari pada Sabtu-Minggu (20-21/10/2018).

Kegiatan bekal mantab dilaksanakan di dua tempat yang berbeda yakni di dalam madrasah kampus 2 dan di kawasan Waduk Mulur yang berjarak 3 kilometer dari madrasah. Pada hari pertama, siswa dibekali dengan berbagai kegiatan mandiri, tausiyah, serta sholat lail. Bekal Mantap dilanjutkan pada hari kedua dalam bentuk outbond di Waduk Mulur dengan menggandeng pembina pramuka dari Kwaran dan Relawan Search and Rescue (SAR) Sukoharjo.

Ketua panitia, Karseno Handoyo, menjelaskan bahwa Bekal Mantap merupakan agenda rutin kegiatan madrasah yang diperuntukkan siswa kelas VI. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan iman, taqwa, dan kedisiplinan serta prestasi siswa. “Dalam rangka mempersiapkan kelas VI untuk menghadapi ujian, serta tahu arah ke depan setelah lulus, Bekal Mantap kita lakukan di awal tahun pelajaran,” ujar Karseno.

Lebih lanjut Karseno mengatakan bahwa untuk menyiapkan siswa kelas VI agar tangguh mental dan spiritual, berbagai kegiatan disiapkan secera berkala dan berkesinambungan. “Setelah ini kami akan ajak siswa untuk mengunjungi beberapa lembaga pendidikan tingkat lanjut sepesrti pondok pesantren agar punya gambaran kehidupan di pondok pesantren,” papar Waka Kesiswaan tersebut.

Sementara itu, Kepala MIN 2 Sukoharjo, Danuri, mengaku telah mengintruksikan kepada seluruh guru kelas VI untuk menyiapkan siswa kelas VI dalam menghadapi ujian dengan beberapa kegiatan yang mendukung. “Saya minta guru di kelas VI tidak hanya mengasah prestasi akademik, tapi mental siswa juga digembleng agar punya jiwa yang tangguh,” paparnya.

Masih menurut Danuri, madrasah akan terus melakukan pendampingan mental dan spiritual kepada siswa kelas VI termasuk penentuan sekolah lanjutan setelah lulus dari madrasah. “Kami selalu memberi kesempatan kepada siswa dan orang tuanya untuk memilih sekolah lanjutan nanti dengan memberikan informasi dan masukan tentang sekolah tersebut supaya siswa dan orang tua benar-benar yakin akan sekolah yang diinginkan,” tandas Danuri. (Pry/Djp/bd)