Bekali 40 Guru agama Katolik melalui Bimtek

Cilacap Sebanyak 40 orang guru Pendidikan Agama Katolik Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) baik Negeri maupun Swasta se-Kabupaten Cilacap Selasa (23/6), mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum 2013. Kegiatan yang akan berlangsung hingga Kamis (25/6), diselenggarakan di Aula SMA Yos Sudarso Cilacap.

Penyelenggara Katolik selaku Ketua Panitia, Jusup Adi Prajoko menegaskan, bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menyukseskan implementasi kurikulum 2013 khususnya pendidikan agama Katolik. Kesesuaian antara materi dan tujuan kurikulum menjadi target uatama kegiatan. “Mengingat kondisi sosiokultural Cilacap yang heterogen, maka perlu ada sinkronisasi kegiatan pembelajaran agama. Karenanya usai Bimtek Peserta diharapkan bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat,” katanya.

Sementara itu, Kakankemenag Cilacap Mughni Labib dalam sambutannya mengatakan, bahwa perubahan kurikulum 2013 menuntut guru pendidikan agama Katolik agar kreatif dan inovatif dalam model pembelajaran. “Penguasaan terhadap Informatioan dan Technology (IT) adalah mutlak agar wawasannya bertambah, dengan begitu akan merangsang kreatifitas. Pada kurikulum 2013, guru harus bisa menggunakan laptop dan paham tentang internet,” katanya.

Materi bimbingan teknis

Disela-sela materi, Mughni Labib menegaskan, bahwa salah satu tolak ukur keberhasilan implementasi kurikulum 2013 adalah guru. Guru merupakan ujung tombak sukses tidaknya kurikulum 2013 yang digagas pemerintah dalam memperbaiki sistem pendidikan di negeri ini.

Guru agama Katholik digembleng agar lebih bisa diarahkan untuk mengimplementasikan teknik pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Teknik tersebut meliputi proses peserta didik melakukan pengamatan, bertanya, bereksperimen, mengumpulkan informasi (asosiasi), dan melakukan komunikasi. “Hal ini harus muncul dalam proses pembelajaran, terutama terprogram dalam bentuk RPP di kegiatan inti. Ini wajib dipraktikkan secara langsung oleh peserta bimtek dalam bentuk peerteaching, analisis pembelajaran dan analisis SKL, KI, KD, buku guru dan buku siswa,” tuturnya.

Selama proses bimtek, peserta diharapkan terlibat secara langsung dalam penilaian otentik, mulai keaktifan dalam diskusi, sikap, kedisiplinan, kerapihan, keberanian mengeluarkan pendapat serta segala aktivitas yang dilakukan selama bimtek. Output kegiatan adalah mampu menciptakan guru-guru yang bisa melakukan perubahan dalam dirinya. Guru agama katholik dapat mengimplementasikan Kurikulum 2013 sesuai tanggung jawab yang diampu guru di sekolah masing-masing. Tanggung jawab tersebut terutama pada proses pembelajaran, dan penilaian yang pada ujungnya dituliskan di Raport Peserta didik. (Budiono)