Bekali Guru Madrasah , PKG MIM Purbalingga Gelar BIMTEK Kurikulum 2013

Purbalingga – Sebanyak 161 orang Guru Kelas I dan kelas IV MI Kabupaten Purbalingga mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Kurikulum 2013 yang diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Guru Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (PKG MIM) Purbalingga bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Kegiatan dijadwalkan berlangsung tanggal 19-24 Agustus 2017 ini bertempat di Aula B. Soesasi Komplek SMK Karya Bakti Purbalingga. Narasumber  Mapel Umum berasal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga sedangkan untuk Mapel Agama adalah para tutor yang pernah mengikuti pembinaan sejenis dari luar Kabupaten Purbalingga.

Ketua PKG MIM Purbalingga, Sudarso Edi Prabowo menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan secara mandiri dan diikuti oleh guru MI Muhammadiyah se-Kabupaten Purbalingga dan guru MI swasta di luar naungan Dikdasmen Muhammadiyah Purbalingga.

“Kegiatan bimtek ini diselenggarakan secara mandiri dengan biaya gotong royong. Pesertanya adalah guru MI Muhammadiyah Kabupaten Purbalingga sejumlah 147 orang dan guru MI swasta lainnya di luar naungan Dikdasmen Muhammadiyah sejumlah 14 orang yaitu dari MI GUPPI, MI Cokroaminoto, MI Al Islam, MI P2A dan MI Islamiyah,” kata Prabowo.

Sedangkan Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purbalingga, Sukamto mengingatkan bahwa guru adalah agen perubahan yang harus siap menghadapi perubahan kurikulum yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Guru adalah agent  of change maka harus siap dengan perubahan kurikulum yang sewaktu-waktu terjadi. Indonesia terhitung terlambat dalam melakukan perubahan kurikulum, karena negara lain sudah banyak yang menerapkan lebih dari satu kurikulum dalam satu sekolah. Bahkan ada yang menggunakan kurikulum sesuai dengan pesanan, misalnya di sekolah kejuruan,” terang Sukamto.

Saat membuka kegiatan bimtek, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Ratmono mengharapkan agar para peserta bimtek yang mayoritas perempuan,  tidak lagi gundah dengan penerapan Kurikulum 2013.

Kegiatan ini diharapkan mampu mengurai kegelisahan guru, menghilangkan rasa kekhawatiran bisa mengajar atau tidak. Kata kuncinya ada dua, ada kemauan untuk belajar dan bertanya. Sejatinya semua kurikulum di Indonesia tidak terlalu banyak berbeda, pada Kurikulum 2013 titik perbedaannya hanya pada  pembentukan karakter.

“Perubahan dan penekanan pada Kurikulum 2013 ada pada 3 aspek, yaitu aspek pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Ketika ketiga aspek ini sudah berjalan maka guru sudah bisa melaksanakan Kurikulum 2013,” jelas Ratmono.

“Guru juga dituntut rajin membaca agar bisa menjadi lebih profesional. Bagi guru yang sudah lebih dahulu menguasai materi, tolong untuk  bisa menyampaikan kepada teman-teman guru lainnya dalam forum Kelompok Kerja Guru. Maka jika ada KKG Kecamatan yang belum aktif ke depan untuk dihidupkan,” tambahnya.(sar/gt)