Bekali siswa dengan jiwa kewirausahaan

Rembang — Limbah tanaman atau pohon tak harus dibuang percuma. Bermacam limbah tersebut justru bisa disulap menjadi barang kerajinan tangan yang bernilai ekonomi. Seperti yang ditunjukkan oleh para siswa MAN Lasem dalam pekan karya seni MAN Lasem pada Kamis-Jum’at (7-9/4).

Pameran yang digelar di halaman atau lapangan basket MAN Lasem tersebut menampilkan seluruh hasil karya seni kelas X dan kelas XI. Sebanyak 24 stan memamerkan hasil karya seni yang unik dan menarik.

Adalah kelas X-6 merangkai kerajinan bunga sakura dari ranting pohon yang sudah terbuang kering. Oleh siswa, ranting-ranting tersebut lantas dihaluskan, dicat, kemudian dipadu dengan bung-bunga imitasi dengan warna-warna yang kontras. Sementara papan kayu dan semen digunakan sebagai media tanam pohon imitasi tersebut. Jadilah rangkaian pohon sakura yang cantik. Satu potnya dijual dengan harga beragam, antara Rp 30-100ribu.

Stan lainnya menampilkan hasil karya miniatur rumah kayu. Kerajinan ini memiliki tingkat kesulitan paling tinggi, karena kerumitan dalam mendesain hingga menyusun komponennya. Anis Fitria, siswa kelas XI IPS 2 mengungkapkan kayu yang digunakan bukanlah kayu jati melainkan bambu. Menurutnya, bambu merupakan bahan yang paling mudah dicari dan murah. Setelah dicat kayu dan diberi hiasan lampu, sungguh miniature rumah ini menyerupai kayu jati atau sejenis kayu berkualitas lainnya.

Kerajinan lainnya yaitu berupa tempat minuman dari daun pandan, lampion dari benang perca, dan tempat alat tulis, toples, bros yang dibuat dari kain fanel. Harganya pun dipatok beragam mulai namun terjangkau sekitar puluhan ribu rupiah.

Dalam kunjungan Stan usai pembukaan Kompetisi Sains Madrasah, Bupati Rembang yang diwakili oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Noor Effendi memberikan apresiasi yang tinggi kepada para siswa MAN Lasem atas ide-idenya dalam membuahkan karya seni.

Beliau mengimbau kepada pihak sekolah untuk menggandeng pihak ketiga, seperti perusahaan tertentu untuk membantu memasarkan produk-produk tersebut. Tujuannya adalah, agar produk tersebut dikenal oleh masyarakat luas, sehingga memacu siswa untuk berkreasi lebih banyak lagi.

Sementara Kepala MAN Lasem, Shofi mengatakan, pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan hasil karya siswa MAN Lasem kepada masyarakat sekitar. Dan tujuan lainnya, memacu kreasi seni siswa, dan menumbuhkan semangat kewirausahaan siswa. Menurutnya, ada banyak cara berkreasi untuk menggeliatkan perekonomian di tengah mahalnya berbagai kebutuhan harga pokok. “Salah satunya adalah dengan menggelar pameran ini,” ujarnya.—Shofatus Shodiqoh