Bekerja Jujur Tidak Korupsi dan Tidak Bohong

Semarang (Inmas) –  Rapat Kerja Jajaran Kanwil Kemenag Prov. Jateng yang diselenggarakan di Hotel Grand Candi Semarang tanggal 13-15 Februari 2019, dengan mengambil tema “Moderasi Beragama Untuk Kebersamaan Umat” kegiatan di ikuti oleh Jajaran kanwil Kemenag Prov. Jateng sejumlah 275 peserta. Kegiatan dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin, Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji,  Guberrnur Jawa Tengah yang di wakili oleh Wakil Gubernur Taj Yasin, kapolda Jateng Condro Kirono serta pangdan IV Diponegoro Mayjen TNI Muchamad Effendi, Kapolres dan Kasat Res Narkoba se Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah yang dalam hal ini di wakili oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin  (yang biasa dipanggil Gus Yasin) menyampaikan, kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Kementerian Agama sangat baik sekali dalam mengemban amanah dalam menjaga keharmonisan antar umat beragama maupun Intern umat beragama di Jawa Tengah.

Guubernur membaca tema kegiatan itu baik dan Up tudate menyambut dengan ucapan “Wow  Keren” ucap Ganjar

Kerukunan  dan kebersamaan harus dirawat agar senatiasa Indonesia diliputi degan suasan yang yang kondusif, kami percaya  kita semua dapat menjaga kerukunan ini dengan saling erat bergandengan tangan antara Kementerian Agama dengan Pemprov. Jateng dan lintas sektoral lainnya dapat menjadikan Jawa Tengah sejuk, damai, dan kondusif, demi merawat ke Indonesiaan kita.

Jujur ada rasa bahagia kalau dari lain agama saling ikut menghormati dengan tulus, ada keindahan dan kedamaian dalam jalinan kekerabatan, saling silaturahmi, “karena itulah bagian dari Investasi sosial kapita yang harus dibangun secara terus menerus.” Lanjut Ganjar

Oleh karenanya perbedaan dalam ber Bhineka Tunggal Ika adalah keniscayaan, maka perbedaan dan pluralisme bukanlah  merupakan sumber perpecahan apa lagi konflik, melainkan potensi hebat untuk mendukung pembangunan nasional di Negara NKRI.

Terus kembangkan kerjasama, bersinergi dalam melaksanaan pembinaan pada masyarakat, karena toleransi adalah harga mati untuk menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat, “mari kita bersatu padu melakukan internalisasi nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat, keberagamaan dan keragaman serta kejujuran dalam melaksanakan tugas dan tetep mboten korupsi  lan mboten ngapusi (tetap tidak bohong dan tidak korupsi)”. Pungkasnya bd/bd