Belajar dari Toyimah Ahmad Ngali, Jamaah SOC Tertua

Boyolali (Inmas) : Tepat jam 10.00 WIB Embarkasi Solo kembali menerima kedatangan Jamaah Calon Haji kloter 51 dari Kabupaten Boyolali yng berjumlah 355 dan 5 petugas haji, kloter ini menjadi spesial dari kloter-kloter sebelumnya, karena dalam kloter ini ada satu Jamaah Calon Haji yang sangat tua tetapi masih sangat energik, Toyimah Ahmad Ngali nama jamaah Calon Haji tersebut.

Toyimah memang tidak sendiri melaksanakan ibadah haji, dengan suami tercintanya Mubin Safaan Sanadi toyimah memenuhi panggilan suci ini, 01 Maret 1927 data yang bias di dapat dari Siskohat sehingga usianya saat ini 91 tahun lebih 4 bulan lebih tua 5 bulan dari suaminya,

Sebagai Jamaah tertua di Embarkasi Solo, tidak mengurangi semangat Toyimah berhaji, keriput di wajahnya tidak bisa menutupi sirat bahagia, “Alhamdulillah saget minggah haji, Alhamdulillah ya Alloh nggih mas (red, Alhamdulillah bisa naik  haji, Alhamdulillah ya Alloh ya mas),” kalimat yang sering terucap saat media mewancarainya.

Kepala Subbag Humas PPIH Embarkasi mengatakan sejauh ini M. Afief Mundzir mengatakan, sejauh ini klaim usia sebagai Jamaah tertua hanya bersumber pada data dan keterangan pribadi Toyimah, “ kita tidak memiliki cara menegetahui secara pasti kebenaran umurnya kecuali melalui data yang ada,” Kata Afief saat mendapingi Toyimah.

Istri dari Mubin Safaan Sanadi disela-sela acara makan sore di pemondokan asrama bercerita pada tim humas dan beberapa teman media kebahagiaannya bisa berangkat haji tahun ini meskipun harus melayani suaminya yang juga berangkat haji yang secara fisik tidak sesehat dirinya, namun ini tidak mengurangi semangatnya melayani suaminya” ngladeni bojo kanti ikhlas niku jalaran alloh paring sehat kalih kulo,” (Red. Melayani suami dengan ikhlas itulah penyebab Alloh memberikan kesehatan kepada saya),” Kata Toyimah semabri menyuapi suami tercinta.

Lebih lanjut ibu dari 5 anak dan 23 cucu ini menuturkan tidak ada obat atau jamu terbaik yang bisa membuatnya sehat diusianya yang sudah sangat senja kecuali nerima semua pemberian Alloh dengan senantiasa bersyukur, termasuk ketika tahun ini alloh memanggilnya untuk bisa beribadah haji bersama suami tercintanya, menurutnya dalam menjalankan ibadah kali ini toyimah akan berusaha untuk tidak menyusahkan orang lain atau merepotkan orang lain.

“kulo kalih mbah kakung wes sepuh nanging kulo mboten bade ngrusuhi rencang jamaah sanese,” (red. Saya dan kakek sudah tua tetapi kami tidak akan merepotkan jamaah yang lain),” tegasnya.

Di  akhir ceritanya toyimah dan suaminya hanya bisa berharap Alloh memberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan ibadah haji serta terus mampu melayani dan mendampingi suaminya di tanah suci, toyimah tua juga akan berdoa di tanah suci semoga ibadahnya bisa diterima alloh sehingga bisa mendapatkan balasan dicatat sebagai haji mabrur, selamat jalan dan sukses untuk bu toyimah dalam menjalankan ibadah suci ini. (hd/af).