Bentuk Karakter Anak, IGRA Selenggarakan Kegiatan Latihan Manasik Haji

Wonogiri – Ratusan siswa dan guru Raudlatul Athfal (RA) se ex. Distrik Jatisrono Kabupaten Wonogiri mengikuti kegiatan latihan manasik haji massal. Kegiatan tersebut diselenggarakan Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) Wonogiri di Pendopo Kecamatan Jatipurno dan sekitarnya, minggu kemarin dan di buka oleh ketua IGRA kab. Wonogiri.

Menurut Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Wonogiri, Fauzi Rohman Jauhari di temui di ruangnya, Senin (24/09) menyampaikan bahwa bahwa latihan manasik haji merupakan wahana efektif pengenalan ibadah haji kepada anak-anak RA sejak dini, bagaimana sebenarnya pelaksanaan ibadah haji, dan apa saja yang harus dilakukan. Sehingga akan terus diingat-ingat ketika dewasa nanti.

Di usia anak-anak adalah masa yang peka bagi pendidikan rohani, usia dimana jiwanya relative, lugu dan polos masih belum terlalu banyak tercoreng dengan kehidupan. Pelaksanaan latihan menasik haji pada anak RA dapat merupakan salah satu cara memberikan pengalaman pelaksanaan ibadah lengkap yang sedemikian rupa sehingga sangat berkesan dan tertanam dalam jiwanya dan nantinya menjadi bagian dari kepribadiannya yang agamis cenderung kepada perilaku sesuai tuntunan agama dan anak akan selalu ingat dengan aktifitas tersebut membentuk karakter anak sholeh.

Selain itu, bagi anak-anak praktik manasik haji merupakan sarana efektif pembelajaran di RA. Praktik merupakan hal utama dalam standar proses pembelajaran pada satuan pendidikan yang diselenggarakan secara interaktif memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif.

“Membiasakan anak untuk melafalkan kalimat-kalimat yang baik akan membentuk karakter anak yang siap dalam menghadapi dampak negatif globalisasi. Salah satu pembiasaan sejak dini,”jelas Fauzi

Menurut Ketua IGRA Kabupaten Wonogiri, Nur Anisah menjelaskan, manasik haji massal ini merupakan salah satu kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh IGRA. Tujuannya tak lain adalah untuk mengenalkan para siswa rukun Islam yang kelima, serta untuk membentuk karakter anak yang lebih kuat taat dan beriman kepada Allah SWT.

Selain itu, manasik haji ini juga diharapkan dapat merangsang pola pikir anak mempunyai keinginan menunaikan ibadah haji setelah melakukan manasik haji yang dikemas secara menyenangkan. (Mursyid/Heri/rf)