Beranilah Bermimpi, karena Sejatinya Impian adalah Doa

Semarang – Dalam rangka mempersiapkan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan digelar 23 sd 24 Mei mendatang di Magelang, Kelompok Kerja Madrasah Ibtidayah (KKMI) Kota Semarang menyelenggarakan Training Center (TC) bagi peserta KSM MI Kontingen Kota Semarang. TC berlangsung selama 10 hari dilaksanakan  di MIN Kota Semarang, mulai Jum’at (12/05).

Peserta TC terdiri dari para juara I KSM Kota Semarang pada 25 April lalu, diikuti oleh Aisya Adnia (Matematika, MI Darul Ulum) dan Annisa Nur Hidayah (IPA, MIN Kota Semarang). Sementara bertindak sebagai pembimbing KSM, Hery Sutarto (Matematika) dan Ibnul Mubarok (IPA) keduanya Tim Olympiade Sains dari Universitas Negeri Semarang.

Pembukaan TC dihadiri oleh Kepala MIN Kota Semarang, Kepala MI Darul Ulum, guru pendamping dari kedua madrasah, pembimbing serta beberapa pengurus KKMI Kota Semarang.

Menurut Chambali, Sekretaris Umum KKMI Kota Semarang, kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengejawantahkan sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang  Muh Habib  pada saat rapat koordinasi pembentukan Kontingen KSM Kota Semarang. “Pada saat rakor, Kakankemenag menegaskan bahwa Kota Semarang pada KSM 2016 belum memberikan hasil yang memuaskan. Oleh karenanya ketidakberhasilan di tahun 2016 harus dijadikan sebagai pelajaran untuk mempersiapkan KSM 2017 dan semoga tahun 2017 prestasinya lebih meningkat,” ujar Chambali.

Peningkatan prestasi, bagi Subiyono Ketua KKMI Kota Semarang  haruslah diusakan dengan penuh semangat. Saat membuka TC secara resmi, ia menyakinkan kepada peserta beserta guru dan pembimbing, “Beranilah bermimpi, karena sejatinya impian adalah sama dengan doa, dan Allah SWT akan mengabulkan doa kita. Mari kita bangun  impian, MI Kota Semarang bisa meraih emas Jawa Tengah. Yakinlah Kota Semarang bisa. Jika Soekarno Presiden RI tidak pernah bermimpi Merdeka, maka bangsa kita tak akan pernah merdeka,” tegas Subiyono.

Ibarat pepatah mengatakan gayung bersambut, Hery Sutarto selaku pembimbing mata pelajaran Matematika memberikan semangat kepada anak didiknya, “Ananda telah meraih capaian awal yang baik sebagai juara tingkat kota, selanjutnya Ananda akan berkompetisi dengan anak-anak terbaik se Jawa Tengah, oleh karena itu lakukan usaha secara intens. Kami siap meramu, untuk mewujudkan impian itu”.

Ibnul Mubarok pembimbing IPA berpesan agar peserta tetap semangat, jangan takut, dan buat latihan dalam kondisi happy and fun. “Untuk meraih impian KKMI Kota Semarang  dibutuhkan adanya sinergi antar pemangku kepentingan yaitu orangtua, madrasah, Kemenag, dan pembimbing,” ujarnya. Meski di sekolah/madrasah kabupaten atau kota lain telah mengadakan persiapan jauh-jauh hari, ia siap mendampingi para peserta TC untuk meraih impian itu. Ia berpesan, jika menemui soal yang sulit, segera komunikasikan dengan pembimbing, dengan cepat pembimbing akan segera merespon pertanyaan tersebut.

Di akhir sessi pada pertemuan pertama, antara pembimbing beserta siswa dan guru pendamping membangun kontrak bersama untuk membangun support system.(sby-ch/gt)