Berdayakan Penyuluh Agama Islam di RSPD dan Rutan

Wonogiri – Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan, ini merupakan karunia Allah SWT sekaligus menjadi ladang amal shalih yang mampu mengantarkan umat muslim kepada derajat ketakwaan.

Momentum ini tidak disia-siakan oleh Kementerian Agama dalam upaya peningkatan kualitas pemahaman dan pengamalan keagamaan. Dengan mengajarkan nilai-nilai kebaikan akan meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan sehingga diharapkan dapat terwujud dalam perilaku sosial umat beragama.

Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Haryadi mengungkapkan bahwa Kantor Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah Kabupaten membuat beberapa program dan kegiatan dalam rangka mengisi dan memeriahkan bulan suci Ramadhan tahun 1437H/ 2016M, agar bulan suci Ramadhan tahun ini betul-betul memberikan makna religius dalam kehidupan masyarakat Wonogiri.

Dengan melaksanakan berbagai kegiatan-kegiatan keagamaan antara lain koordinator tarawih keliling SKPD/Dinas Instansi di Kota Gaplek, Bersama Bupati Wonogiri melakukan Safari tarawih keliling ke-13 kecamatan dan santunan fakir miskin/anak yatim serta pemberdayaan penyuluh Agama Islam dengan lakukan siaran rohani sebulan penuh dan pembinaan binaan Rutan.

Dalam bidang dakwah Islam, selama bulan suci Ramadhan tahun 1437 H/ 2016 M Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri menerjunkan seluruh penyuluh fungsional agama Islam (PAIF) melakukan siaran siraman rohani Ramadhan di Radio Giri Swara UPTD RSPD Kabupaten Wonogiri.

Acara Siraman Rohani Ramadhan tahun ini berdurasi 15-30 menit dilakukan selama sebulan yaitu 29 kali yang disiarkan menjelang Azan Maghrib selama bulan Ramadhan, dengan tema/ materi yang sudah di susun secara urut dari seksi Bimas Islam Kankemenag Wonogiri.

Menurutnya, Penyuluh Agama Islam menduduki tempat strategis sebagai garda depan dalam membangun umat rahmatan lil’alamin. Untuk itu semangat untuk tetap all out dalam melaksanakan tugas dan meningkatkan kualitas penyuluh harus selalu dilakukan mengingat penyuluh agama Islam merupakan corong terdepan sekaligus sebagai dinamisator, motivator dan stabilisator untuk agama Islam yang rahmatan lil’alamin.

Adapun materi meliputi masalah fiqih puasa, keutamaan romadhan, nuzulul Qur’an, lailatul qodar, menejemen kemasjidan dan masalah zakat fitrah dan maal.

“Para Penyuluh Agama Islam kami harapkan dapat menggugah umat Islam agar senantiasa mempelajari dan mengamalkan ajaran agama Islam dengan menyampaikan dakwah yang menyejukkan umat,” Kata Haryadi saat dikonfirmasi, Senin (13/06).

Selain itu para penyuluh agama Islam hendaknya memberikan pencerahan kepada umat soal perbedaan atau khilafiyah dalam beribadah sehingga tidak menimbulkan kebingungan di tengah-tengah umat. (Mursyid__Heri)