Berguru demi raih target peningkatan kualitas

Karanganyar – Segera setelah mengalami perubahan struktur kepengurusan dan nomenklatur Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) menjadi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tegal, sejumlah pengurus melakukan studi banding untuk mengembangkan BAZNAS yang dikelolanya. Adalah Baznas Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sragen yang dituju oleh pengurus Baznas Kota Tegal pada hari Selasa, (05/05) sebagai rujukan dalam pengelolaan zakat di tingkat Kabupaten/Kota.

Studi Banding yang dilakukan BAZNAS Kota Tegal pada BAZNAS Kabupaten Karanganyar ini bukan tanpa alasan. Pasalnya sampai saat ini BAZNAS Kabupaten Karanganyar merupakan badan amil zakat nasional yang memperoleh pendapatan terbesar se-Jawa Tengah. Perlu diketahui bahwa penerimaan dana zakat, infaq dan shodaqoh yang diperoleh BAZNAS Kabupaten Karanganyar setiap bulannya mencapai 500 juta lebih. Penerimaan ini meningkat sepuluh kali lipat dibandingkan saat Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tegal, Nuril Anwar mengunjungi BAZNAS Kabupaten Karanganyar 10 tahun yang lalu.

“10 tahun yang lalu saat saya menjadi Kasi Urais di Kabupaten Rembang, kami juga belajar kesini. Waktu itu pendapatan BAZNAS Kabupaten Karanganyar masih 40 juta rupiah, namun sekarang perkembangannya sungguh luar biasa. Oleh karena itu saya berfikir harus ngaji ke karanganyar, yang nantinya akan diterapkan di Kota Tegal”, Ucap Kakankemenag Kota Tegal saat berdiskusi dengan pengurus Baznas Kabupaten Karanganyar.

Dukungan Pimpinan Daerah memang menjadi alasan terhadap perkembangan BAZNAS pada sebuah Kabupaten dan Kota. Pembangunan Gedung Baznas, kebijakan pembayaran zakat bagi pegawai negeri sipil dan beberapa kebijakan lainnya sangat membantu dalam perkembangan BAZNAS pada Kabupaten/Kota.

Bersama Kepala Kankemenag Kota Tegal, hadir juga dalam studi banding tersebut Ketua Umum BAZNAS Kota Tegal, Harun Abdi Manaf dan empat pimpinan BAZNAS lainnya. Sedangkan dari pihak BAZNAS Kabupaten Karanganyar, hadir Ketua Umum BAZNAS yang juga Setda Kabupaten Karanganyar, Samsi, Kepala Kankemenag Kabupaten Karanganyar, Musta’in Ahmad dan dua pimpinan BAZNAS lainnya.

Seperti dikatakan manajer BAZNAS Kabupaten Karanganyar yang juga sempat menjabat sebagai Kepala Kankemenag Kabupaten Karanganyar sepuluh tahun silam, Abdul Mu’id menyampaikan bahwa disamping fokus pada penerimaan zakat yang merambah desa-desa sampai ke RT/RW, BAZNAS Kabupaten Karanganyar juga membuat program-program yang menarik dan bermanfaat untuk menyalurkan dana tersebut. Beberapa diantaranya adalah Bantuan modal usaha desa binaan, bantuan kesehatan masyarakat miskin, bantuan beasiswa bagi siswa-mahasiswa tidak mampu, pelatihan menjahit sekaligus pemberian modal usahanya, program pembuatan WC dan Jamban serta masih banyak lainnya.

Selain berbicara tentang kiat-kiat penerimaan dan pendistribusian zakat, diskusi juga menyinggung tentang PP No. 14 Tahun 2014 tentang ketentuan kepengurusan BAZNAS. Studi banding antara BAZNAS Kota Tegal dan BAZNAS Kabupaten Karanganyar diakhiri dengan tukar menukar souvenir atau kenang-kenangan dari masing-masing daerah. (Hadi)