Berikan apresiasi dan ruang bagi siswa berekspresi

Wonogiri – Proses Pendidikan di Madrasah harus bisa meningkatkan martabat manusia secara holistik baik dari sisi afektif, kognitif maupun psikomotorik. Pemangku kebijakan di madrasah dan Kurikulum harus memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional, sosial dan spiritual peserta didik termasuk potensi khasanah budaya daerah.

Peserta didik harus diberikan ruang untuk berekspresi dan aktualisasi diri dengan mengembangkan minat bakat dan kreatifitasnya, salah satunya dengan mengadakan pentas seni dan kreatifitas madrasah dengan tujuan meningkatkan percaya diri siswa madrasah dan mendukung ide-ide kreatif sebab pembentukan karakter anak didik di mulai dari daya kreatifitasnya.

Mengingat secara psikologis dan sosial kultural pembentukan karakter pada peserta didik diri individu merupakan fungsi dari seluruh potensi individu manusia (kognitif, afektif, konatif, dan psikomotorik) dalam konteks interaksi sosial kultural (dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat) dan berlangsung sepanjang hayat. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial kultural tersebut dapat dikelompokkan dalam olah hati (spiritual and emotional development), olah pikir (intellectual development), olah raga dan kinestetik (physical and kinestetic development), dan olah rasa dan karsa (affective and creativity development).

Demikian di sampaikan Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Wonogiri Drs. H. Ahmad Farid, MSI dalam acara Pentas Seni dan kreatifitas siswa MIN Wonogiri, di gedung PGRI Kabupaten Wonogiri, senin (02/03/2015) yang di hadiri ribuan orang baik, guru, wali murid maupun peserta didik dari MIN Wonogiri dan RA.

Menurut H. Ahmad Farid pentas seni dan kreatifitas juga bisa memberikan peluang untuk mengekspresikan diri meningkatkan apresiasi peserta didik dalam seni serta memperkenalkan budaya seni daerah.

“Ternyata siswa RA dan Madrasah setelah dilatih dan dimotivasi dengan baik tidak kalah dengan sekolah umum lainnya, kami merasa salut dan kagum dengan penampilan anak-anak semua semoga anak-anak semua bisa menjadi generasi yang sholeh, generasi muda yang kreatif, mandiri, inovatif dan produktif”, imbuhnya.

Apalagi yang di tampilkan adalah seni dan budaya daerah sehingga anak akan memahami jati diri, budaya dan karakteristik daerah, kekayaan seni budaya daerah harus tetap di lestarikan dan di kembangkan dengan baik mengingat arus globalisasi sudah menggerus mindset anak-anak terhadap seni daerah.

Menurut Kepala MIN Wonogiri Aris Suryanto, S.Ag. MSI acara pentas seni dan kreatifitas di mulai dengan lomba mewarnai gambar dan menggambar baik siswa RA dan MIN dan di lanjutkan lomba pentas seni dengan menampilkan berbagai penampilan meliputi : Senam seribu, paduan suara, tari candik ayu, tari saman dari aceh, tari kelinci, fashion show, tari kreasi anak gembala, tari dolanan cublak cublak suweng dll.

Acara di akhiri dengan pengumuman dan pembagian tropy lomba pentas seni dan kreatifitas serta pengumuman lomba mewarnai dan menggambar, kegiatan juga di dukung atas kerjasama MIN Wonogiri dengan PT Kalbe Nutritionals Zee. (Mursyid_Heri)