Bersama BDK Semarang, Kemenag Surakarta usulkan Pelatihan Kompetensi

Surakarta-Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta Kamis (10/06) mengikuti zoom meeting yang dilaksanakan oleh BALDIK (Balai Diklat) Keagamaan Semarang. Kegiatan AKP (Analisis Kebutuhan Pelatihan) Tahun 2021 sebagai dasar perencanaan program Pelatihan Tahun 2022.  Telah ditunjuk peserta dalam kegiatan tersebut, antara lain Kepala Kantor, yang diwakili oleh KaSubbag TU, Kepegawaian, Kasi Pendidikan Madrasah, Pengawas, Kepala MTs, Guru PAI, Takmir Masjid, dan Pengelola Pondok Pesantren.

Kegiatan AKP yang pada tahun sebelumnya disebut kegiatan AKD (Analisis Kebutuhan Diklat), dipimpin oleh Amiroh Ambarwati mewakili tim dari Balai Diklat Keagamaan Semarang. “Dari kegiatan ini kami mengharapkan memperoleh data yang datanya itu valid sehingga data-data tersebut akan kami jadikan sebagai pertimbangan acuan untuk membuat perencanaan kegiatan pelatihan yang akan diselengarakan pada tahun 2022” ujarnya. Amiroh menambahkan bahwa dalam melaksanakan AKP ini dengan harapan pemerintah mewujudkan, memberikan dan menciptakan pemerintahan yang berkelas dunia.

Zoom Meeting diikuti oleh dari beberapa Kementerian Agama Kab/Kota lainnya seperti Kemenag Boyolali, Kemenag Karanganyar, Kemenag Klaten dan Kemenag Wonogiri serta pengelola Lembaga Pendidikan Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tentang tindak lanjut pelatihan yang dilaksanakan oleh BDK (Balai Diklat) Keagamaan, antara lain : untuk megetahui metode pelatihan yang paling tepat, mengetahui jenis-jenis jabatan yang sangat membutuhkan kopetensi yang dibutuhkan, mengetahui jenis pelatihan atau non pelatihan yang dibutuhkan stakeholder, mengetahui kopetensi yang dibutuhkan oleh peserta.

Di sesi tanya jawab dan usulan, Fuadi dari kepegawaian menyampaikan tentang penambahan alokasi pelatihan. “Kami dari kepegawaian menginginkan bahwa ingin adanya penambahan diklat pelatihan kepada pegawai”. Senada, Kirno selaku Kepala MTs 1 Surakarta juga menjelaskan perlu pelatiahan peningkatan kompetensi. “Sekarang ini yang banyak memiliki nilai kurang itu adalah kompetensi kewirausahaan, jadi kami memohon diprogramkan dari BDK tentang kompetensi kewirausahaan”. (tys/my/)