Bersihkan Hati untuk Kementerian Agama Bersih Melayani

Kendal – Dr. Hamdani Muin , M.Ag Dosen Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang menghimbau kepada jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Agama Kab. Kendal untuk membersihkan hati untuk mencapai Kementerian Agama yang bersih dan melayani sesuai dengan tema utama yang diusung Kemenag ditahun 2016.

Membuka materi tentang “Membersihkan Hati dan Menghiasinya dengan Akhlakul Karimah” Hamdani Muin mengutip Hadits Nabi “Sesungguhnya di dalam diri manusia ada segumpal darah (hati), apabila hati itu baik maka baik pula seluruh diri dan amal perbutan manusia dan apabila hati itu rusak maka rusaklah seluruh diri (amal perbuatan manusia tersebut). Ingatlah,ia adalah hati”.

“Orang yang Keras hati akan susah mendapat pencerahan, sulit mendapat hidayah, Sehingga susah menerapkan integritas,” Ujar Hamdani Muin dalam pengajian rutin rebonan Rabu (20/01) di hadapan Pejabat Struktural, Fungsional umum serta Kepala KUA dan Penyuluh Agama Islam.

Hati manusia sangat mudah terombang ambing kadang bersih dilain waktu bisa menjadi kotor, sehingga agar tetap pada jalan Allah manusia perlu melakukan banyak dzikir serta melakukan koreksi atau muhasabah terhadap diri sendiri.

“Kondisi hati manusia terbagi 3 macam yaitu, hati sehat, hati sakit dan hati yang mati. Jika hati sudah mati maka tidak akan bisa lagi melihat kebenaran,” ungkap Muin.

Menyinggung salah satu 5 nilai budaya kerja yaitu inovasi, muin mengaitkan dengan Amar Bil Ma’ruf wa nahi anil munkar, Ma’ruf itu Kebaikan , kebajikan diluar syariat. Jadi ma’ruf itu inovasi muslim untuk menganjurkan kebaikan diluar syariat. Sedangkan Nahi anil munkar itu mencegah adat atau budaya yang jelek agar tidak dilakukan oleh masyarakat.

“Jadi amar ma’ruf itu bukan mengajak pada syariat, tapi mengajak diluar syariat yang tidak bertentengan dengan aturan agama. Itulah inovasi,” ujar Muin mengakhiri materinya. (JA/gt)