Bersinergi dengan BKKBN, KUA Karangkobar Dukung Program Bangga Kencana

Banjarnegara – Melaksanakan kegiatan lintas sektoral Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Kecamatan Karangkobar menghadiri Rapat Kordinasi Program Bangga Kencana tingkat Kecamatan, di Aula Kecamatan Karangkobar pada Selasa (09/11/21).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Forkompincam Karangkobar, UPT pukesmas, KUA, Kepala Desa Sekecamatan, dan PPKBD/SKD (Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa / Sub Kader Desa). Kegiatan ini secara fokus menitikberatkan sosialisasi program bangga kencana pada Kecamatan Karangkobar.

Dalam Rakor ini, Sekertaris Camat Karangkobar, Sri Wahyuni dalam sambutannya menyampaikan, betapa pentingnya mengedukasi masyarakat tentang Program Bangga Kencana. “Hal yang sangat penting untuk sosialisasi dan mengedukasi masyarakat tentang Program Bangga Kencana. Orientasi Program Bangga Kencana yang tidak hanya melibatkan Penyuluh KB tetapi juga TP PKK, KUA Penyuluh Agama dan para PPKBD/SKD,” jelasnya.

Lebih lanjut Sekcam mengharapkan peran aktif SKD, baik dalam sosialisasi program Bangga Kencana dan juga dalam mencari sasaran vaksin didesa masing-masing.

“Saya sangat berharap SKD untuk lebih aktif dalam kegiatan desa. Sesuai intruksi dari Gubenur Jawa Tengah bahwa Banjarnegara minggu ini harus turun ke level 2. SKD untuk berkoordinasi dengan desa dalam mencari sasaran vaksin didesa masing-masing. Terutama pada desa yang persentase vaksinasinya masih rendah,” tandasnya.

Kasi KIE/Advokasi Penggerakan Fatkhurrohman menyampaikan tentang Program Bangga Kencana (Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana). “Program Bangga Kencana, merupakan salah satu program dari BKKBN, yang berfokus untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas di Indonesia,” Terangnya.

Tidak hanya itu, Fatkhurrohman juga  menjelaskan  bahwa BKKBN kini tampil dengan wajah baru, “BKKBN kini tampil dengan wajah baru dalam upaya rebranding, yaitu logo baru, tagline baru. Dari Dua Anak Cukup menjadi Berencana itu Keren dan Dua Anak Lebih Sehat. Kita tanamkan kepada generasi muda adalah bahwa memiliki dua anak itu lebih sehat. Menggunakan istilah ‘sehat’ dan bukan lagi menggunakan kata ‘cukup’, karena kata ‘cukup’ memiliki arti yang relatif tidak sama bagi banyak orang,” tegasnya.

Sementra itu Penyuluh Agama KUA Kecamatan Karangkobar Duwi Rohmah, dalam komentarnya mendukung Program bangga kencana dan berharap dapat bersinergi bersama-sama,“Kami dari KUA, sangat mendukung dan berharap program dapat disinergikan bersama-sama, baik pemahaman perkawinan usia dini, maupun kegiatan lainnya,”harapnya.

Dia juga menambahkan bahwa tugas pokok KUA tidak hanya pencatatan pernikahan saja. “Tugas dan fungsi KUA tidak hanya pencatatan pernikahan saja, ada pembinaan keluarga (Bimwin) hal ini sangat relevan dengan Program Bangga Kencana yang tujuannyaadalah kebahagiaan keluarga,” pungkasnya. (dr/ak/rf)