Bersinergi dengan Ortu Siswa, Min 2 Sukoharjo Serempak Melangkah Hadapi ANBK

Sukoharjo – Tidak kenal maka tidak sayang. Tidak sayang tentu berakibat tidak akan serius dalam pelaksanaan. ANBK yang merupakan singkatan dari Asesmen Kompetensi Berbasis Komputer merupakan program baru yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Berjalan beriringan dengan Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) yang diluncurkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) memiliki tujuan yang sama yakni memperbaiki mutu Pendidikan di Indonesia.

“Orang tua siswa khususnya kelas 5 tidak asing dengan AKMI. Karena dua pekan terakhir uji coba telah berlangsung di MIN 2 Sukoharjo. Asesmen Nasional (AN) juga telah kami sisipkan pada saat sosialisasi AKMI. Jadi secara garis besar orang tua siswa telah memahami kedua program tersebut. Namun kami memandang perlu untuk melaksanakan sosialisasi ANBK secara khusus kepada 35 orang tua siswa yang nama-namanya muncul dalam Daftar Nominasi Sementara (DNS) peserta ANBK.” ujar Wiretno, Kepala MIN 2 Sukoharjo, mengawali percakapan. (27/08/2021)

Wiretno menekankan bahwa madrasah sengaja mengundang 35 orang tua siswa kelas 5 yang putra-putrinya masuk dalam daftar peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) bukan sekedar mensosialisasi kegiatan. Pertemuan yang dilaksanakan di Kampus 1 MIN 2 Sukoharjo tersebut juga digunakan sebagai ajang untuk menyamakan persepsi dan langkah agar pelaksanaan ANBK tidak hanya berjalan lancar namun juga memberikan hasil yang maksimal.

Dalam sambutannya, Wiretno menjelaskan pada orang tua siswa mengenai kepesertaan ANBK. Sebagian besar orang tua bertanya tentang bagaimana nama putra-putri mereka muncul dalam Daftar Nominasi Sementara (DNS).

“Madrasah tidak mengajukan daftar nama peserta. Nama-nama tersebut dipilih secara acak oleh sistem yang kemudian ditetapkan oleh Kemendikbudristek dalam DNS. Sesuai POS ANBK, jumlah peserta utama 30 siswa dan cadangan 5 siswa. Peserta cadangan akan menggantikan peserta utama yang berhalangan hadir karena suatu sebab misalnya sakit.” tutur Wiretno.

Lebih lanjut, Ketua Panitia ANBK MIN 2 Sukoharjo, Siti Nur Jannah, S.Pd. menjelaskan secara lengkap mengenai pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan rencana pelaksanaan di madrasah. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan memperhatikan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat.

“Semoga simulasi ANBK pada tanggal 1 September 2021 yang akan datang berjalan lancar. Dari sisi sarpras insyaaAllah sudah sangat siap. Karena kegiatan ini beriringan dengan uji coba AKMI.” harap Siti Nur Jannah.(rky/djp/rf)