Bimas Buddha Gelar Rakor bersama Ketua KKG/ MGMP Pendidikan Agama Buddha Jelang Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Tahun 2019

Semarang (Buddha), Bimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Rakor Persiapan Penyusunan Soal USBN Pendidikan Agama Buddha Tahun 2019.

Rapat yang diselenggarakan di Aula lantai 2 Kanwil Kemenag Prov. Jawa Tengah ini dihadiri oleh 41 orang ini  terdiri dari Ketua KKG/ MGMP Pendidikan Agama Buddha se Jateng berjumlah 25 orang, Gara Buddha Kankemenag Kab. Temanggung, Pengawas Agama Buddha Kab. Temanggung, Penyuluh PNS, dan jajaran pegawai Bimas Buddha tingkat daerah maupun Provinsi.

Dalam pengarahannya , Jumat (25/1) Sutarso menjelaskan bahwa  Kisi-kisi soal USBN Tahun 2019 telah diterima beserta angker soal sejumlah 25% yang telah disusun oleh kantor Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI.

“Bapak dan ibu Ketua KKG/ MGMP Pendidikan Agama Buddha, Kisi-kisi soal USBN telah kami terima, dan sekarang tiba saatnya bapak dan ibu semua berperan dalam mensukseskan pelaksanaan USBN  Tahun 2019, melalui kegiatan penyusunan soal “ ungkap sutarso.

“Kita selaku bagian dari pelaksana peraturan pemerintah khususnya yang membidangi dalam pelaksanaan USBN, wajib bersama-sama mengawal kesuksesan gelaran USBN melalui tugas dan tanggung jawab yang sama-sama yang  kita emban berdasarkan tugas pokok serta fungsi” lanjutnya.

Dalam pelaksanaan penyusunan soal USBN Tahun 2019 ini, Bimas Buddha mengkoordinasi kegiatan Penyusunan dan Perakitan soal USBN Pendidikan Agama Buddha untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah dengan mengikutsertakan guru-guru yang berkompeten dalam penyusunan soal.

Acara yang sedianya akan diselenggarakan pada tanggal 6 – 8 Februari 2019 disalatiga, diharapkan mampu menyelesaikan tugas penyusunan soal hingga siap didistribusikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan baik Provinsi maupun Kab/ Kota di Jawa Tengah.

“mengingat bahwa dalam segi profesionalitas para ketua KKG dan MGMP lebih paham dengan kompetensi yang dimiliki oleh anggota KKG dan MGMP Pendidikan Agama Buddha, maka saya mengharapkan bapak ibu memilihkan personil guru yang memiliki kompetensi dalam penyusunan naskah soal” pinta sutarso.

“terlebih karena ketersediaan waktu yang ada, saya mengajak bapak ibu untuk berperan aktif mewujudkan soal USBN jenjang SD, SMP, SMA/K dan ketunaan dan menjaga kerahasiaan soal hingga saat pelaksanaannya tiba” tegas sutarso.

Sutarso berpesan meskipun tim yang nanti terlibat dalam pembuatan naskah soal sangat terbatas jumlahnya, tetapi tidak menyurutkan profesionalisme sebagai seorang guru dalam mengemban tugas dalam koridor kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Dengan harapan USBN sukses persiapan, pelaksanaan hingga tahapan evaluasinya. (siswanta)