Bimbingan Kerohanian Pasien RSUD Bentuk Pelayanan Kemenag

Wonogiri – Tahun 2017 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri kembali di mintai kerjasama oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soediran Mangun Sumarso Kab. Wonogiri untuk melakukan bimbingan kerohanian bagi pasien yang dirawat di Rumah Sakit  tersebut.

Kerjasama sosial  tersebut merupakan wujud konkrit Kemenag dalam rangka memberikan pelayanan spiritual bagi pasien yang membutuhkan.

Mengingat Kementerian Agama  adalah instansi pemerintah yang menjalankan tugas pokok untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kehidupan beragama kepada seluruh umat beragama termasuk orang sakit. 

Kasi Bimas Islam Kankemenag Wonogiri, Haryadi menyampaikan (Selasa, 7/2) bahwa Kankemenag Wonogiri tahun ini kembali menugaskan lima orang  yang di nilai mampu memberikan bimbingan kerohaniaan kepada pasiennya, masing masing pembimbing melaksanakan pelayanan seminggu sekali setiap hari kamis ataupun selasa.

Adapun ASN  yang di beri tugas antara lain H. Haryadi dan H. Mursyidi untuk agama Islam, Daryatno untuk agama Kristen, Antonius Sukatno untuk agama Katolik, Slameto untuk agama Hindu dan Eny Lestari untuk agama Budha.

Haryadi menjelaskan, “Bimbingan Kerohanian  merupakan salah  satu usaha bimbingan untuk mendampingi dan menemui pasien rawat inap agar pasien mampu memahami arti dan makna hidup”.

Pelayanan ini sangat berarti sebagai upaya meningkatkan rasa percaya diri kepada Tuhan Yang maha Kuasa sebagai dzat yang menentukan kehidupan manusia, sehingga motivasi ini dapat menjadi pendorong dalam proses penyembuhan dan dengan memberikan bimbingan tentang do’a-do’a, dzikir-dzikir yang bertujuan untuk mengingat Allah SWT dan menyakini bahwa sakit yang diderita adalah cobaan yang akan menghapus dosa-dosanya.

Sedangkan menurut Direktur RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kab. Wonogiri, Setyarini, selain untuk memenuhi standar pelayanan, kebijakan tentang pelayanan kerohanian merupakan salah satu faktor untuk membantu proses kesembuhan dari pasien yang dirawat adalah dengan mengobati dari sisi rohaninya.

“Bimbingan mental serta kerohanian sangatlah penting, sebagian dari kita tentunya pernah mengalami bagaimana rasanya bila sedang di rawat di RS. Terlebih lagi dalam waktu yang lama, tentu perasaan kita sangat tidak nyaman, penyakit yang di derita di tambah lagi keluarga, tentu kita perlu tambahan semangat” imbuh Setyarini.

Pelayanan rohani yang dimaksud identik dengan pelayanan spiritual kepada pasien. Hal ini menjadi penting karena pasien akan dibantu dengan adanya perhatian (attention), dukungan (sustaining),  perdamaian (reconciling), bimbingan (guiding), penyembuhan luka  batin (inner-healing), serta doa ( prayer). Apabila pasien terlayani aspek rohaninya maka akan terjadi keseimbangan dalam hidup dan  berdampak positif untuk perjalanan pengobatan penyakitnya. (Mursyid_Heri/Wul))