Bimbingan Manasik Haji Massal Kabupaten Temanggung

Temanggung – Bimbingan manasik haji massal Kabupaten Temanggung dilaksanakan Selasa (26/06), di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung. Hadir dalam acara bimbingan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung Drs. H. Saefudin, M.Pd, Kasi PHU H. Thowaf, M.Ag, Kepala KUA se-Kabupaten Temanggung, petugas haji dan seluruh peserta jamaah calon haji.

Dijelaskan H. Farhani bahwa pelaksanaan ibadah haji agar mencapai tingkatan mabrur, maka diharuskan untuk meluruskan niat. Niatkan setiap pelaksanaan ibadah dengan niatan baik. Niatan baik dalam beribadah dicerminkan dengan cara perbuatannya baik, makanannya baik, pakaiannya baik.

“Niat awal ini penting. Kalau kita menjalankan ibadah niatnya lain-lain, maka hasilnya akan tidak baik,” terang Farhani.

Dalam pelaksanaan ibadah haji, dirinya menganjurkan untuk tidak melupakan untuk berziarah. “Dengan ziarah, di sana akan anda ketahui apa saja terkait sejarah kenabian. Hal ini penting untuk menambah pengetahuan dan mengetahui dimana tempat-tempat yang mustajabah untuk berdoa,” ujarnya.

Selanjutnya, jamaah calon haji hendaknya mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Ada banyak hal yang perlu diikuti oleh jamaah. Seperti tas yang tidak boleh pakai roda, pakai jarik dan membawa benda tajam dan beberapa lainnya. “Kalau melanggar, maka siap-siap saja ditegur petugas,” ujarnya.

Sementara itu, materi kedua H. Saefudin menyepakati apa yang disampaikan dan disarankan oleh H. Farhani Kepala. Kanwil tentang meluruskan niat Saefudin menghimbau agar jabatan yang melekat hilangkan. Di sana semua jamaah tujuannya adalah ibadah.

” Kalau merasa punya jabatan, maka berharap disanjung, dihormati, padahal semuanya itu disana tidak berguna. Semua rendah dimata Allah,” jelas Saefudin.

Ka.Kemenag menjelaskan bahwa pelaksanaan manasik haji massal tersebut dilaksanakan setelah sebelumnya CJH Kota Bengkulu juga telah mangikuti manasik di masing-masing kantor Urusan Agama Kecamatan.

“Tentunya dengan manasik haji ini diharapkan CJH betul-betul memahami bagaimana melaksanakan ibadah haji dan memperoleh predikat haji mabrur,” ujarnya.

Diharapkan dengan pelaksanaan bimbingan haji tersebut, CJH asal Temanggung lebih mandiri. Artinya, ketika mereka sampai di Tanah Suci Mekkah nanti, mampu menjalankan ibadah haji tanpa dibimbing oleh petugas.

“Ketika lepas dengan rombongan misalnya, tetap bisa melaksanakan rukun dan syarat haji. Oleh karena itu, kami melaksanakan manasik haji, dengan tujuan memberi bekal kepada para CJH,” bebernya. (sr/sua)