Bimbingan Manasik Haji: Persiapan Mental Calon Jama’ah Haji

Blora – KUA Kec. Kunduran kembali menyelenggarakan Bimbingan Manasik Haji bagi calon jama’ah haji yang berdomisili di Kec. Kunduran, Rabu (5/7). Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 8 kali pertemuan, 2 kali di tingkat Kabupaten dan 6 kali di tingkat Kecamatan.

Dalam kegiatan bimbingan manasik haji ini akan dibimbing oleh 8 tutor dengan materi-materi yang telah ditentukan dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh No. 161 thn. 2017. Hadir dalam kegiatan Bimbingan Manasik Haji di Kecamatan Kunduran ini, Kepala Kankemenag Kab. Blora, H. Nuril Anwar yang sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.

Adapun materi yang diberikan oleh Kepala Kankemenag Kab. Blora, Nuril Anwar, dalam kegiatan Bimbingan Manasik Haji tersebut meliputi Tanggung Jawab Pemerintah dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji, Bentuk Pembinaan, pelayanan dan perlindungan bagi jemaah haji dan tentang Ketentuan Perundang-undangan Haji.

Pada kesempatan ini  Nuril Anwar selaku Kepala Kankemenag Kab. Blora berpesan kepada Calon Jemaah Haji agar mempersiapkan diri baik secara fisik dan mental sehingga kesehatan bisa terjaga dan dapat melaksanakan Ibadah Haji secara maksimal.

Kepala KUA Kec. Kunduran, Ahmad Abadi. Selaku Ketua panitia pelaksana mengatakan kegiatan Bimbingan Manasik  Haji ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh KUA Kec. Kunduran, di mana Kec. Kunduran  termasuk salah satu kecamatan di Kabupaten Blora Yang jumlah jemaah calon hajinya berjumlah besar. Tahun 2017 ini jumlah calon jemaah haji Kecamatan Kunduran sebanyak 63 orang akan tetapi ada 1 calon jemaah haji yang tidak bisa berangkat tahun ini. Sedangkan Peserta Bimbingan Haji Kec. Kunduran ini  tergabung pada kloter 38 yang berangkat pada tanggal 07 Agustus 2017, ada juga yang tergabung pada kloter  87 dan 88 yang berangkat pada tanggal 22 Agustus 2017.

Adapun kepala KUA Kunduran, Ahmad Abadi menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya acara Bimbingan Manasik Haji ini adalah agar para calon jemaah haji dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta menambah Ilmu Pengetahuan sehingga mereka siap sepenuhnya dalam menjalankan rangkaian Ibadah Haji sehingga tercipta haji mandiri dan pada akhirnya memperoleh predikat haji mabrur. (Nunuk/Ima/bd)