Bimbingan Manasik, Upaya Siapkan Jemaah Haji Mandiri

Purbalingga – Menjadikan jamaah haji yang mandiri adalah cita-cita Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga. Bermuara dari cita-cita tersebut, Kankemenag dan Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga berupaya untuk terus meningkatkan pelayanan ibadah haji. Di antaranya dengan menggelar bimbingan manasik haji di tingkat kecamatan selama 6 hari (02 s.d. 07 Juli) di 7 tempat,  bimbingan manasik haji tingkat kabupaten (09-10 Juli) di Bale Apoeng dan bimbingan khusus untuk para Ketua Regu dan Ketua Rombongan (11-12 Juli) di Aula Uswatun Hasanah Purbalingga.

Hal itu disampaikan Kakankemenag Kabupaten Purbalingga, Karsono selaku ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Kabupaten Purbalingga pada pembukaan Bimbingan Manasik Haji Tingkat KabupateK di Bale Apoeng Bojongsari, Senin (09/07) yang diikuti oleh 555 CJH .

Kepada para Calon Jemaah Haji Karsono memperkenalkan para petugas yang akan mendampingi mereka selama proses ibadah haji di Tanah Suci.

“Untuk petugas kloter 88 terdiri dari Ketua: Muhamad Catur, S.Ag (Kankemenag Purbalingga), Petugas TPIHI : Muhammad Fahrudin Sasmita, Petugas TKHI : dr. Rizki Murtindo, Sulistiyani dan Parsinah. Petugas TPHD : K.H.Sahmad, S.Pd dan Zaenal. Sedangkan Petugas TKHD dr. Kustiyah ,” kata Karsono sembari meminta petugas dengan nama yang disebut untuk berdiri.

“Sedangkan petugas Kloter 89 yaitu Ketua : Salim Mahmudi, S.Pd. TPIHI : Ahmad Muhdzir, S.Ag.,MM. TKHI : dr. Nugrahaeni Ratna P., Khambali dan Windarti. Unsur Pemda: Sediono Darmo Wasito, M. Salim Efendi, S.Ag. dan Ali Sudarmo,” jelasnya.

Asisten Bupati, Agus Winarno berpesan, calon jemaah haji Purbalingga adalah duta Purbalingga, dutanya Jawa Tengah dan dutanya Indonesia.

“Sebagai tamu Allah harus menjaga perlaku dan sikap sebaik-baiknya karena di Arab Saudi nanti akan bertemu dengan seluruh jamaah haji seluruh Indonesia,” ujar Agus.

“Pemerintah kabupaten berupaya melengkapi semua keperluan Calon Jamaah Haji termasuk biaya transport keberangkatan dan kepulangan dari dan ke Asrama Donohudan serta pembuatan pasport di Kankemenag dianggarkan dalam APBD sehingga tidak membebani Jamaah,” tambahnya. (sar/gt)