Bimwin Pra Nikah, Upaya Mempersiapkan Keluarga Sakinah

Klaten – Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten kembali mengadakan kegiatan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Bagi Calon Pengantin angkatan ke IX yang diikuti 40 pasang calon pengantin (catin) perwakilan dari 26 kecamatan yang akan melangsungkan pernikahan yang bertempat di Aula Al Ikhlas Kemenag Klaten selama 2 hari 5-6 Desember 2018,(5/12).

Kasubbag TU Kemenag Klaten Sudarsana dalam pembukaanya mengatakan, ada dasarnya pernikahan merupakan salah satu fase penting dalam kehidupan manusia. Sebuah pernikahan menjadi momen bagi setiap individu untuk memperoleh keseimbangan hidup secara psikologis, biologis maupun sosial melalui kehidupan rumah tangga.

Sudarsana menambahkan bahwa menciptakan rumah tangga ideal seperti yang diidam-idamkan oleh kebanyakan orang, yakni rukun, bahagia dan sejahtera bukanlah hal mudah, kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah agar setelah menikah akan lebih mengatahui dan matang dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

“Persiapan perkawinan tidak hanya diorientasikan pada penguatan pengetahuan saja. Akan tetapi juga diharapkan dapat memampukan pasangan nikah dalam mengelola konflik dan menghadapi tantangan kehidupan global yang semakin berat,” ujar Kasubbag.

Sementara itu narasumber Muh Sarif Anwar dari Kemenag Klaten yang memberikan materi mempersiapkan keluarga sakinah mengatakan, persiapan sebelum melaksanakan nikah sangatlah komplek, bersatunya dua insan manusia yang saling berbeda pandangan harus dipahami bersama untuk menghindari masalah.

“Keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah, setiap pasangan suami istri tentu mendambakan hal itu. Mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah bukanlah sesuatu yang instan. Tidak terjadi begitu saja, namun melalui sebuah proses. Dan untuk menjalani proses ini perlu bekal, baik dari suami maupun istri,” tandasnya

Setidaknya, ada beberapa bekal persiapan yang dapat dijadikan landasan untuk membentuk sebuah keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, diantaranya persiapan secara spiritual. Kedua, ilmu untuk mencapai keluarga sakinah dan persiapan ini mulai dari yang terlihat sampai yang tidak tampak, ujar Sarif.

Seperti apa sebenarnya keluarga sakinah itu, keluarga yang berkecukupan secara materi dan selalu rukun, apakah itu yang disebut sakinah? Keluarga sakinah, bukan berarti di keluarga itu selalu adem-ayem, tidak pernah ada masalah. Setiap keluarga pasti punya masalah, dan itu wajar, seperti cemburu, perbedaan karakter, watak atau yang berkaitan dengan ekonomi.

“Hanya saja, dalam sebuah keluarga yang sakinah, setiap masalah dapat diatasi dan diselesaikan bersama-sama sesuai dengan tuntunan Alquran dan Hadits Nabi. Alhasil, masalah itu tidak sampai meruncing atau melebar ke mana-mana dan dapat teredam dengan saling memahami,” imbuhnya.(aj/Wul)