Bina Keakraban, Kemenag Silaturrahim ke Lapas Narkotika Nusakambangan

Cilacap – Dalam rangka meningkatkan kualitas kerja sama lintas sektoral di bidang kepenyuluhan, Jum’at (29/04), Kemenag silaturahmi ke Lapas Kelas IIA Narkotika Nusakambangan. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Kakankemenag Kab. Cilacap Mughni Labib berjumlah 17 orang.

Setibanya di pelabuhan Nusakambangan, rombongan dijemput menggunakan bus khusus Lapas Kelas IIA Narkotika. Usai melalui tiga kali pemeriksaan, rombongan dipersilakan singgah di ruang Pembinaan dan Pendidikan (Binadik).

Kepala Seksi Binadik Lapas Kelas IIA Narkotika Nusakambangan, Yusep Antonius mengatakan, bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada Kemenag. Pasalnya, program pendidikan dan pembinaan di Lapas tidaklah mudah. Pembinaan di lapas membutuhkan keuletan, kesabaran dan teknik khusus dan tertentu serta kerja sama yang solid.

Disampaikan pula bahwa silaturrahim Kemenag memiliki peran yang sangat penting bagi warga binanaanya. Hal ini berkaitan dengan persiapan warga binaan sebelum kembali ke masyarakat. Bila dirata-rata, hukuman di Lapas Nusakambangan minimal lima tahun dan maksimalnya seumur hidup hingga hukuman mati.

Antusiasme warga binaan sudah kelihatan jelas saat dikabarkan akan dipenuhinya undangan kegiatan. Bila biasanya para santri hanya bertemu para penyuluh, kali ini akan bertemu para pejabat dan pegawai Kemenag. Ungkapan rasa bangga karena ternyata masih dihargai dan dihormati oleh masyarakat bahkan oleh para pejabat. Kegembiraan ini ditunjukkan dengan mempercantik sarana olehraga mereka. “Mereka meminta agar tempatnya dipercantik, dan kami pun meresponnya. Mereka dengan semangat mengecat tempat yang sebelumnya terlihat kumuh menjadi indah,” ungkapnya.

Pesantren

Kepala Kankemenag juga mengungkapkan terima kasih atas kerja samanya yang baik. Dia berharap agar kerja sama pembinaan terus ditingkatkan kualitasnya. Kerja sama pembinaan dan pendidikan di lapas Narkotika melalui para penyuluh diwujudkan dengan pesantren “Tazkiyatun Nufus” yang berarti penyucian jiwa. Pesantren ini didirikan Lapas atas MoU dengan Kemenag Cilacap.

Kasi Binadik dan para Penyuluh memprakarsai adanya program keakraban dan penyegaran melalui olahraga. Untuk kali pertama, digelar turnamen bulu tangkis antara Kemenag dengan warga binaan. Pertandingan yang cukup alot terjadi pada pasangan Kakankemenag-Watam vs Didit-Isep (wabi). Kakankemenag sempat dibuat kalangkabut dan beberapa kali tersungkur. Namun akhirnya kemenag bisa menuntaskan pentandingan dengan skor kemenangan 30-29. Dari delapan kali pertandingan, tim Kemenag hanya kalah satu kali, yakni pasangan Muhlison (Ka KUA Cilacap Selatan)-Imam Cahyadi vs Nur-Ayung (wabi) dengan skor 17-30. (Budiono/gt)