Bis “Sholawat” akan melayani transportasi jamaah haji

Kajen – Secara keseluruhan, semua persiapan penyelengaaran haji tahun 2015 sudah berjalan dengan baik. Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan yang bertanggung jawab pada penyelenggaraan haji pun sudah melakukan koordinasi dengan kementerian-kementerian yang terkait seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM serta beberapa instansi. Pada kesempatan inipun ditandatangani nota kesepahaman antara Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan berkaitan layak atau tidaknya jemaah haji untuk berangkat atau tidaknya.

A. Umar Kepala Kankemenag Kabupaten Pekalongan mengatakan bahwa, “Jamaah haji nantinya akan tinggal di sembilan tempat yang telah disediakan oleh Kementerian Agama, enam berlokasi di Mekkah dan sisanya berada di Madinah.”

Hal tersebut disampaikan pada acara manasik masal sekaligus pelepasan jamaah haji Kabupaten Pekalongan, Kamis (13/8/2015) yang di hadiri oleh jajaran Muspida setempat, bertempat di Masjid Al Mukhtarom Kajen Kabupaten Pekalongan

Kabupaten Pekalongan tahun ini memberangkatkan 763 orang yang terbagi dalam 3 kloter kloter 41, 42 dan 43 diberangkatkan pada tanggal 4 dan 5 September tahun 2015. Tahun ini kuota haji untuk Indonesia sebanyak 168.800 orang, jumlah yang sama dengan tahun lalu. Dengan rincian kuota haji regular 155.200 orang dan haji khusus 13.800 orang. Pemerintah pun telah menetapkan biaya penyelenggaraan ibadah haji lebih kecil dibanding tahun sebelumnya. “Biaya haji tahun ini 2.717 US Dolar dan sudah turun 502 US Dolar,” ujarnya.

Demi menunjang kelancaran mobilitas jemaah haji asal Indonesia selama berada di Arab Saudi, Kementerian Agama juga telah menyediakan layanan transportasi shalawat. Pengadaan akomodasi ini untuk menyiasati jauhnya jarak penginapan dari Masjidil Haram. “Bis yang beroperasi 24 jam secara cuma-cuma dalam rangka membantu jemaah haji kita menuju Masjidil Haram pulang pergi dari pemondokan,” terangnya. (hufron)