Penyampaian Materi Budaya Digital

Budaya Digital Ala Kepala Kantor Kementerian Agama Brebes

Brebes, Saat ini peran media sosial memegang peranan penting dalam menyebarkan informasi yang disampaikan kepada publik. Namun hal ini tidak terlepas dari penggunaan media tersebut yang dapat menghasilkan hal yang positif maupun negatif.

Kepala Kantor Kementerian Agama Brebes, menjadi narasumber dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital, Senin, 02/08/2021  pukul 09.00 – 11.00 WIB, yang diselenggarakan Kementerian Informasi dan Komunikasi, berkolaborasi dengan Kemenag dan Pemda Brebes yang dikuti oleh 90-an peserta yang berasal dari ASN Pemda dan Kemenag Brebes, Para Guru,  Penyuluh, Pelajar dan Pemerhati Pendidikan di Brebes   .

Acara ini menghadirkan 4 pemateri yaitu 1. Septa Dinata, AS., M.Si. (Resercer Paramadina Public Policy)  dengan materi Keamanan Digital. 2. Ziaulhaq Usri, LC . (Secondary Teacher At Global Islamic School Yogyakarta) membawakan materi Kecakapan Digital. 3. Fitriana Aenun, S.Pd, M.Ed. (Kepala MTsN 3 Purworejo) membedah  Etika Digital.  dan 4. Drs.H.Fajarin, M.Pd. (Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes) mengulas Budaya Digital, yang dipandu oleh moderator Dwiky Nara dan bintang tamu Shafa Lubis (influncer, Mental Health Advocate) sebagai  Key Opinion Leader.

Tema yang di usung dalam webinar kali ini adalah Dampak Positif  Bermedia Sosial  bagai masyarakat secara luas dan para pelajar khususnya di wilayah Kabupaten Brebes

“Budaya digital merupakan hasil olah fikir, kreasi dan cipta karya manusia berbasis teknologi internet yang dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap Fajarin.

“Tiga aspek penting dalam membangun budaya digital yaitu : Pertama. Partisipasi masyarak berkontribusi guna tujuan bersama. Kedua. Merubah budaya lama ke budaya baru yang lebih bermanfaat dan Ketiga. Memanfaatkan hal-hal yang sudah ada untuk berinovasi melahirkan hal-hal yang baru,” tambahnya. Mengingat perkembangan teknologi digital membawa konsekuensi,  baik yang positif maupun negatif, diharapkan masyarakat atau siapapun yang bermedsos agar arif  dan  bijaksana mengingat media social dapat diakses oleh siapaun dan darimanapun,untuk hal tersebut diperlukan filter. Agar apapun yang dibagikan adalah hal-hal yang positif, tidak hanya keuntungan materi semata tetapi ada aspek sosial serta etika dan etikat dalam bermedsos seperti pepatah “ Saring dulu sebelum shring” agar tidak membawa keburukan atau hoak/fitnah terhadap yang lainya (hid/Sua).