Bumikan Sholawat, MA Riyadl Gelar Lomba Hadroh

Rembang –  Ribuan pengunjung tampak berjejelan memenuhi halaman dan jalan lingkungan MA Riyadlotut Tholabah, Kecamatan Sedan, Rembang. Mereka rupanya tengah menyaksikan gelaran lomba hadroh yang diadakan oleh MA Riyadl, pada Minggu (7/5) kemarin.

Lomba hadroh ini telah diadakan empat tahun berturut-turut. Bekerjasama dengan alumni,  MA Riyadl menggandeng peserta dari daerah luar provinsi untuk turut menyemarakkan lomba ini. “Alumni kami banyak yang berasal dari luar kota Rembang, bahkan hingga luar provinsi. Sehingga kami meminta mereka untuk turut mencari peserta lomba dari daerahnya,” ujar Kepala MA Riyadlotut Tholabah, Anshori.

Dari hasil kerjasama tersebut, sebanyak 35 peserta dari Jawa Tengah dan Jawa Timur turut berpartisipasi menampilkan hadroh. Maka tak heran, jika lomba ini berlangsung begitu meriah. “Lomba ini berlaku untuk peserta umum, bukan hanya pelajar, namun anak-anak dan dewasa juga bisa mengikutinya,” kata Anshori.

Peserta berasal dari beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, antara lain Blora, Pati, Kudus, dan Tuban. “Pengunjung yang berdatangan, seolah seperti acara Haul Sedan yang diadakan setiap tahun,” kata Anshori.                

Antusiasme warga begitu luar biasa. Dari masyarakat sekitar hingga luar kota, semua tumpah ruah menikmati alunan sholawat, sekaligus mengunjungi puluhan stan bazar yang menjajakan panganan maupun kerajinan di sekitar MA Riyadl.

Lomba kali ini tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Dulu hanya diikuti peserta dari luar kota di Jawa Tengah, Namun kali ini, peserta dan pengunjungnya luar biasa, imbuh Anshori.

Hidupkan UKM

Anshori mengatakan, lomba ini ditujukan untuk membumikan sholawat dan mensyi’arkan Islam kepada masyarakat sekitar. “Masyarakat Sedan yang sudah terbiasa bersholawat diharapkan mampu melestarikan budaya sholawat ini,” ujar Anshori.

Selain itu, lomba yang didukung oleh Penghajin Hadroh ‘Nur Aini’ dari Jepara ini juga untuk menghidupkan Usaha Kecil Menengah masyarakat sekitar dengan gelaran Bazar. “Dengan adanya kegiatan ini, menjadi lahan bagi UKM untuk memperoleh penghasilan dari Bazar. Para pengunjung otomatis akan memborong produk atau daganagn mereka,” ujar Anshori. (Nwl/ss/bd)