Bupati ajak CJH karanganyar naik pesawat Lawu Air

Karanganyar – Tidak sedikit jemaah haji asal Kabupaten Karanganyar yang belum pernah melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang, sehingga seringkali perjalanan Ibadah Haji yang memakan waktu lama di pesawat menjadi momok yang menakutkan. Melihat realita tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengajak 394 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Karanganyar melakukan simulasi menggunakan pesawat terbang milik Pemkab, (Gunung) Lawu Air Karanganyar agar meminimalisir ketakutan tersebut.

Selama dua hari lamanya, 25-26/08/2015, pemkab mengadakan manasik bagi calon jamaah haji asal Kabupaten Karanganyar, dimana satu hari teori dan satu hari laginya diisi dengan simulasi/praktek. Kegiatan yang mengambil tempat di gedung wanita (teori) dan halaman masjid Agung, Lapangan DPRD serta taman dirgantara Karanganyar (praktek) ini bertujuan untuk memantapkan CJH sebelum berangkat ke tanah suci.

Disampaikan oleh Kasi Haji dan Umroh Kankemenag Kabupaten Karanganyar Museri bahwa Pemkab sangat berperan dalam membantu CJH. “Selain manasik dua hari ini yang dibiayai sepenuhnya oleh Pemkab, saat pemberangkatan CJH ke Asrama Donohudan juga akan difasilitasi menggunakan Bus yang telah dipersiapkan. Begitupun sebaliknya, setelah pulang dari tanah suci, akan ada Bus jemputan yang mengantar jemaah haji kembali ke Karanganyar,” terang Museri.

Ditambahkan oleh Kasi Hajum bahwa Pemkab Karanganyar juga akan menyelenggarakan seremonial pamitan bagi CJH pada tanggal 2 September mendatang. Hal lain yang disampaikan Kasi Haji adalah terkait visa beberapa CJH yang belum selesai.

“Insya Allah visa akan segera selesai, karena ketika kami cek pekan kemarin, dikatakan oleh petugasnya bahwa visa yang belum akan segera keluar setelah satu minggu,” tegasnya.

Senada dengan Kasi Hajum, Kepala Kankemenag Kabupaten Karanganyar Musta’in Ahmad mengatakan bahwa sebaiknya CJH yang belum keluar visanya agar tidak perlu khawatir. “Itu tanggung jawab kami di Kementerian Agama, Insya Allah CJH akan tetap berangkat ke tanah suci pada tahun ini,” ucapnya.

Manasik bagi CJH asal Kabupaten Karanganyar sejatinya sudah dilakukan selama enam kali pertemuan, empat di Kecamatan dan dua di tingkat Kabupaten. Namun demikian dari enam kali pertemuan tersebut hanya diisi teori dan praktek dengan skala kecil belum dilakukan simulasi/praktek layaknya ibadah haji di tanah suci seperti tawaf, melempar jumroh, sa’i dan lain sebagainya. Dengan bantuan dari Pemkab Karanganyar ini diharapkan pemahaman dan kemantapan CJH meningkat dan kelak mendapatkan predikat haji mabrur selepas dari tanah suci. (Hd)