Bupati : Ayo Kita Bersatu Padu Kuatkan NU dan Besarkan NU

Kab. Pekalongan – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq hadir memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Santri Gayeng Nusantara Kabupaten Pekalongan Periode Tahun 2021-2026 yang dilangsungkan di Klinik Ryega Dr Ryan Kecamatan Doro, Rabu (15/09) siang. Sebelumnya telah dilaksanakan vaksinasi masal di klinik Ryega Dr Ryan di Doro.

Keberadaan Santri Gayeng Nusantara Kabupaten Pekalongan diharapkan berkembang semakin besar. Apalagi Kabupaten Pekalongan yang dikenal sebagai kota santri mempunyai kurang lebih hampir 10 ribu santri dan hampir 100 pesantren.

Pelantikan Santri Gayeng Nusantara juga dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah yang sekaligus Ketua Umum atau Panglima Santri Gayeng Nusantara Taj Yasin Maimoen beserta para pengurus santri gayeng nusantara periode 2021-2026 serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Tampak hadir pula Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Ashraff, Pj sekda beserta para asisten, para kepala OPD terkait, Camat Doro beserta Forkopimcam serta para kiai dan tokoh masyarakat setempat.

Bupati Fadia berharap kepengurusan Santri Gayeng Nusantara Kabupaten Pekalongan bukan hanya nama, tetapi sesuai dengan tupoksinya sehingga santri gayeng di kabupaten Pekalongan menjadi besar. Karena menurutnya santri gayeng adalah garda terakhir NU.

“Ayo kita bersatu padu kuatkan NU dan besarkan NU. karena Kabupaten Pekalongan ini, kata santri bukan hanya istilah tapi memang santri di kabupaten Pekalongan ini luar biasa banyak. Kota santri ini mempunyai kurang lebih hampir 10 ribu santri dan hampir 100 pesantren. Pemkab mensupport adanya pesantren menjadi bermanfaat dan lulusan dari pesantren mempunyai kelebihan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya,” ujar Fadia

Bupati Fadia juga mengapresiasi kepedulian Santri Gayeng Nusantara di bidang kesehatan yang diwujudkan dalam kegiatan vaksinasi dan sunat masal.

“Saat ini Kabupaten Pekalongan di Level 2 dan salah satu tekad dari para pengurus yang hari ini dilantik yaitu mengadakan vaksinasi. Itu artinya sangat peduli dengan covid. Penurunan level sampai Level 2 ini adalah hasil kerjasama kita semua , bukan hanya pemerintah tapi seluruh tokoh masyarakat termasuk para kiai juga ikut membantu,” paparnya.

Selanjutnya Bupati Fadia juga meminta para kiai dan tokoh masyarakat untuk membantu sosialisasi atau memberikan pengertian kepada masyarakat khususnya lansia untuk mau divaksin. (Lus/Ant).