Bupati : Jadikan Safari Muharrom Sebagai Perekat Umat

Wonogiri – Pemerintah Kabupaten Wonogiri dengan di dukung Kantor Kementerian Agama serta SKPD dan Ormas Islam menyelenggarakan Safari Muharom tahun 1436 H, untuk tahun ini di laksanakan sebanyak 12 tempat/putaran.

Acara bertujuan untuk selalu mendekatkan antara Umaro’ dan ulama serta umat Islam juga sebagai ajang silaturohmi dan berbagi kepada saudara muslim yang kekurangan, adapun bentuk aksi riil yang di laksanakan yaitu bantuan masjid, bantuan bedah rumah dan bantuan untuk anak yatim piatu.

Untuk Safari Muharrom putaran terakhir di laksanakan selasa, 11 Nopember 2014 bertempat di Masjid Al Ikhlas desa ngabeyan kecamatan sidoharjo hadir dalam acara tersebut Kepala SKPD dan tokoh agama dll, Bupati Wonogiri yang di Wakili Kabag Kesra Setda Kabupaten Wonogiri berkenan menyampaikan bantuan kepada takmir masjid dan yatim piatu.

Dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah adalah merupakan tonggak sejarah yang telah mengubah peta baru dalam sejarah Islam dan sejarah peradaban umat manusia di muka bumi ini. Mengenang peristiwa tersebut mengandung hikmah yang besar bagi kehidupan umat Islam, yakni mendorong semangat setiap muslim di mana pun untuk mengembangkan kesadaran dan kesungguhan mengamalkan ajaran Islam sehingga Islam dapat berperan menjadi kekuatan sejarah sepanjang masa serta berupaya membangun dan memelihara martabat umat.

Selain itu Bupati juga mengharapkan kegiatan safari muharrom untuk di teruskan dan di jadikan sebagai momentum memperekat umat. Mengingat nilai ukhuwah saat ini sangat mahal dan kondisi umat yang mudah terpecah belah karena perbedaan politik, pilihan dan ideologi semua harus di satukan dalam bingkai ukhuwah islamiyah. Imbuhnya.

Acara di akhiri dengan isian thousiah oleh Ki Seno Hadi Sumitro dari Surakarta dalam paparannya menyampaikan dalam kontek Indonesia, yang mayoritas penduduknya adalah muslim terbesar di dunia, maka peristiwa hijrah patut dijadikan starting point untuk menghadirkan revolusi ruhani yang diawali dengan revolusi mental. Penekanan pada revolusi dimaksudkan adalah untuk memastikan percepatan perubahan sikap mental dan jiwa.

Orang harus yakin dan menyadari dengan sungguh-sungguh bahwa perubahan adalah keniscayaan yang bisa diwujudkan, ini tentu jika sang pengubah terus berkerja keras melakukannya. Upaya awal yang harus dimulai dari suatu perubahan adalah penyiapan sikap mental. Mental yang kokoh, tangguh, siap dan mandiri adalah modal perjuangan untuk perubahan. Mental orang kalah, loyo dan melempen adalah virus mematikan api perjuangan untuk perubahan. Mental menerabas, jalan pintas, mau enak sendiri adalah prilaku tidak berbudaya yang harus dikikis habis keakar-akarnya.

Umat Islam harus melakukan pembaharuan diri yaitu melalui penguatan aqidah, peningkatan ibadah, memperbanyak amal sholeh, memperkuat ilmu dan dakwah serta harus ada jiwa untuk berjuan dengan penuh istiqomah dan kesabaran. Tambahnya. (Mursyid dan Heri)