Bupati Lepas Calon Haji Rembang

Rembang — Bupati Rembang, Abdul Hafidz secara resmi melepas jemaah calon haji asal Rembang. Penglepasan tersebut dilakukan pada acara penutupan manasik haji yang berlangsung pagi tadi (03/08) di pendopo museum Kartini, Rembang.

Dalam sambutannya, Bupati meminta kepada jemaah untuk menjaga kondisi fisik karena cuaca yang ekstrem. Selain itu, Bupati juga mengimbau agar jemaah fokus dalam beribadah. “Jangan sampai ketinggalan rukun dan wajib haji hanya karena sedang jalan-jalan berbelanja,” tandasnya memberikan contoh.

Menurut Bupati, tanggal yang paling penting dalam pelaksanaan haji adalah tanggal 9 dan 10 arafah, di mana jemaah wajib melakukan wukuf di padang Arafah. Adapun waktunya yaitu mulai dari tergelincir matahari tanggal 9 dzulhijjah sampai dengan terbit fajar tanggal 10 dzulhijjah. “Kalau tidak wukuf di Arafah, maka tidak dapat disebut haji. Oleh karenanya, jemaah agar jangan ke mana-mana selain melakukan wukuf di Arafah. Karena waktunya sangat terbatas,” ujarnya.

Meninggal dunia

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Atho’illah dalam sambutannya mengatakan, menjelang pemberangkatan, jumlah calhaj yang akan berangkat berkurang dua. Dari 791 jemaah, dua di antaranya telah meninggal dunia. Sehingga total jemaah yang berangkat sementara berjumlah 789 orang.

“Dua orang tersebut yaitu Ny. Kasni Sulikan Ngariban, dengan usia 35 tahun asal Desa Karanganyar, Kragan, dan Farhan asal Desa Karangmangu, Sarang yang tergabung dalam kloter 65,” terangnya.

789 calhaj tersebut terbagi dalam 18 rombongan dan 72 regu. Atho’illah meminta kepada karu dan karom agar meningkatkan koordinasi untuk menghindari berbagai permasalahan yang mungkin muncul.

Senada dengan Atho’illah, Kasi PHU, Shalehuddin juga meminta kepada karu dan karom agar mengontrol jemaah untuk sebisa mungkin mematuhi jadwal dan aturan-aturan yang diberlakukan.

“Sebagai contoh larangan bagi jemaah untuk tidak membawa air zam-zam ke dalam koper. Namun ternyata masih banyak yang belum mematuhinya. Akibatnya, sewaktu di bandara Jeddah, banyak  koper jemaah yang disobek oleh petugas karena kedapatan memasukkan air zam-zam ke dalam koper. Oleh karena itu, kami mohon dengan sangat kepada semua jemaah agar jangan sekali-kali menaruh air zam-zam ke dalam koper. Karena kalau disobek oleh petugas, jemaah sendiri yang akan komplain kepada pihak Kemenag,” papar Shalehuddin.

Menurut jadual, calhaj asal Rembang akan berangkat pada gelombang II. Untuk kloter 38 akan sampai di Donohudan pada tanggal 24 Agustus pukul 07.00 WIB, kloter 48 pada 27 Agustus pukul 12.00 WIB, dan kloter 65 pada 1 September pukul. 15.00 WIB.— (Shofatus Shodiqoh/gt)