Bupati Wonogiri Akan berikan Bantuan Jaket Identitas Untuk Calhaj

Wonogiri – Pada tahun ini sebanyak 313 orang calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Wonogiri akan mendapatkan bantuan jaket dari Bupati Wonogiri, bantuan jaket tersebut dimaksudkan untuk mempermudah identitas calhaj asal Wonogiri saat menunaikan ibadah haji.

Hal tersebut di sampaikan Kabag Kesra setda Kabupaten Wonogiri, Mubarok dalam acara rapat persiapan pemberangkatan calon haji kabupaten Wonogiri tahun 2018, Kamis (19/07) di ruang Khayangan Setda Kab. Wonogiri yang di ikuti panitia P3H Kab. Wonogiri.

Menurut Mubarok, Bupati Wongiri Joko Sutopo mengapresiasi dan menaruh perhatian terhadap sektor agama, dan ikut berdoa semoga semua calhaj mendapat kelancaran dan kesehatan sejak berangkat sampai pulang kembali ke Wonogiri.

“Pada tahun ini Pemkab Wonogiri memberikan perhatian bantuan kepada calhaj berupa transportasi untuk keberangkatan dan kepulangan ke asrama haji Donohudan, Boyolali. Bantuan lainnya yang diberikan berupa jaket untuk semua calhaj. Pemberian jaket dimaksudkan untuk mempermudah identitas calhaj asal Wonogiri saat menunaikan ibadah haji,” jelas Kabag kesra.

Sedangkan Kepala  Kankemenag Wonogiri, Subadi menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Wonogiri, utamanya kepada Bupati Wonogiri yang memberikan jaket identitas kepada calhaj Wonogiri pada tahun ini karena tahun sebelumnya belum pernah, ini merupakan komitmen Bupati terhadap tokoh agama di kota gaplek.

“Bantuan transportasi dan jaket identitas calhaj merupakan bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah kabupaten utamanya Bupati Joko Sutopo terhadap para calon tamu Allah SWT semogga manfaat dan berkah untuk Wonogiri, mohon tidak lupa nannti para jamaah haji Wonogiri ketika di tanah suci untuk mendoakan Kabupaten Wonogiri tetap aman, damai sejahtera selalu dalam lindungan dan ridho Allah SWT,” harap Subadi.

Dalam kesempatan tersebut Ka. Kankemenag kembali berpesan para calhaj hendaknya untuk selalu menjaga kesehatan karena cuaca di mekah berbeda dengan di Wonogiri, taati peraturan, jalankan rukun dan sunah dengan sebaik-baiknya, jagalah persatuan dan kesatuan yaitu rukun, guyub antar sesama jamaah haji di Indonesia dan kalau ada permasalahan koordinasikan dengan petugas dan jangan malu.(Mursyid_heri/wul)