BWI Hendaknya Bisa Menjadi Partner Pemerintah Dalam Menghadapi Persoalan Umat

Sragen – Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Sekretarisnya, H. Muh. Saidun melantik dan mengambil sumpah pengurus BWI Kabupaten Sragen, Rabu, (06/03). Acara dihadiri Bupati Sragen, Kakankemenag Sragen, dan sekitar 80 tamu undangan yang terdiri dari pejabat tingkat kecamatan se Sragen tersebut, Saidun berharap agar para pengurus dapat melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya dan senantiasa melakukan koordinasi dan komunikasi baik dengan Pemerintah Kabupaten maupun instansi terkait lainnya.

“Selamat kepada pengurus BWI Kabupaten Sragen, semoga amanah yang dibebankan dapat dijalankan dengan baik. Selanjutnya saya harap Saudara dapat melakukan koordinasi dengan instansi yang terkait seperti Pemkab, Kemenag, Baznas dan yang lainnya,” kata Saidun.

Saidun yang juga Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jateng menambahkan perlunya  peningkatan pemahaman kepada umat tentang wakaf, karena masih banyak masyarakat yang belum memahami berbagai persoalan tentang wakaf.

“Wakaf itu persoalan penting, sehingga edukasi kepada masyarakat perlu ditingkatkan, potensi wakaf di Jawa Tengah sekitar 5000 hektare, kalau digabungkan seluruh Indonesia kira kira hampir seluas Singapura, luarbiasa,” tambah Saidun.

Sementara itu Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang ikut menghadiri acara pelantikan, dalam sambutannya mengharapkan agar dengan hadirnya BWI dapat membantu persoalan persoalan wakaf yang ada di Sragen.

“BWI saya harap dapat menjadi partner pemerintah yang baik, yang mampu memberikan saran, rekomendasi untuk kebijakan pemerintah,” ujar Yuni.

“Baru baru ini ada masalah terkait wakaf antara warga dengan sebuah yayasan, dengan hadirnya BWI ini saya harap persoalan tersebut bisa terselesaikan sebaik-baiknya dan tidak ada persoalan lagi di kemudian hari,” harap Yuni.

Pada pelantikan tersebut dikukuhkan sebagai ketua BWI Kabupaten Sragen, KH. Mahmudi. KH Mahmudi adalah salah satu kyai di Sragen yang cukup terkenal dan pernah menjabat sebagai Kabag Kesra. Dengan pengalamannya sebagai pendakwah dan juga pejabat di lingkungan Pemkab Sragen, tentu dirinya yang dibantu 12 orang optimis mampu memberikan kontribusi positif kepada Sragen. (ptr-ira/wul)