Calon haji supaya menjaga sikap saat di tanah suci

Rembang — Menyikapi kasus tertangkapnya 11 WNI di tanah suci oleh aparat keamanan Masjidil Haram, Pejabat Bupati Rembang, Suko Mardiono meminta segenap calon jamaah haji Rembang untuk tidak melakukan aktivitas di luar kebiasaan selama perjalanan ibadah haji di Arab Saudi. Calhaj diminta untuk menjaga sikap dan mematuhi aturan yang berlaku di Arab Saudi.

Hal tersebut ditegaskannya dalam sambutan acara Penutupan Manasik Haji yang berlangsung di Pendopo Lama Kabupaten Rembang, Kamis (6/8). Dikatakannya, hal tersebut untuk mencegah yang bersangkutan mendapat tindakan dari petugas keamanan Arab Saudi. “Kami minta agar calon jamaah asal Rembang bisa menjaga nama baik Rembang dan Indonesia. Janganlah melakukan hal-hal yang aneh yang dapat merugikan diri sendiri,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, 11 WNI ditangkap oleh polisi masjidil Haram terkait aktivitas yang dianggap mengganggu jamaah umroh lainnya. Ada 11 orang, dua perempuan, sisanya sembilan laki-laki. Pada Idul Fitri lalu, mereka berkumpul di depan Kakbah dan melakukan Salat Ied dan berkhutbah di dekat makam Ibrahim. Mereka akhirnya diamankan oleh polisi Masjidil Haram untuk dimintai keterangan.

Suko juga mengimbau calhaj agar khusyuk dalam beribadah dan tidak terganggu oleh hal yang bersifat duniawi. “Misalnya oleh-oleh haji. Sebaiknya calhaj membelinya di tanah air saja. Karena harga di sini jauh lebih murah. Jika terlalu memikirkan oleh-oleh yang dibeli dari sana, ini pasti akan mengganggu konsetrasi jamaah dalam beribadah,” papar Suko.

Gabung Pati dan Blora

Terkait kepastian jumlah jamaah yang akan berangkat pada 25 dan 26 Agustus mendatang, Kasi Gara Hajum Kankemenag Kabupaten Rembang, H. Shalehuddin menyebutkan sebanyak 726 calhaj. Jumlah tersebut bertambah 7 orang setelah mendapat tambahan kuota setelah mengadakan rapat koordinasi di Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (5/8).

“Tujuh calhaj tersebut merupakan calhaj cadangan, sehingga total calhaj cadangan adalah 20 orang. Sedangkan 726 calhaj tersebut sudah termasuk TPHD dan TKHD,” terangnya lanjut.

726 calhaj tersebut akan berangkat dalam tiga kloter, yaitu kloter 16 dengan jumlah jamaah 109 orang. Kloter yang akan bergabung dengan calhaj Kabupaten Blora ini akan berangkat dari Rembang pada 25 Agustus 2015 harus sudah sampai di asrama haji Donohudan pukul 20.00 WIB.

Sementara kloter 17 sebanyak 355 orang yang semuanya dari Rembang. Kloter ini akan berangkat menuju asrama haji Donohudan pada 26 Agustus dan sampai di asrama haji pukul 08.00 WIB. Sementara kloter 18 yang bergabung dengan calhaj Kabupaten Pati berjumlah 262 orang dan dijadualkan sampai di Donohudan 26 Agustus 2015 pukul 13.00 WIB.—Shofatus Shodiqoh