Calon Jemaah Haji Purbalingga dilepas Plt. Bupati

Purbalingga – Ratusan Calon Jemaah Haji (CJH) memadati Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Rabu (01/08). Kehadiran para CJH dengan pakaian Batik Lawa khas Purbalingga tersebut dalam rangka menghadiri acara pelepasan CJH Kabupaten Purbalingga, tahun 2018, oleh Plt. Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati, Tiwi menyampaikan ucapan selamat kepada para calon jemaah haji yang akan menunaikan rukun Islam yang ke-5, di Tanah Suci. Ia menyampaikan, momentum pelepasan CJH merupakan kegiatan rutin yang diadakan Pemerintah Daerah sebagai upaya memberikan pelayanan terbaik untuk para tamu Allah.

“Tahun ini CJH kita menurun, tahun lalu sekitar 800-an. Namun demikian hal ini perlu disadari dan disyukuri sebagai suatu keberkahan bagi warga masyarakat Purbalingga yang berkesempatan berangkat ke Tanah Suci tahun ini,” ujar Tiwi.

Ia menambahkan ibadah haji membutuhkan banyak persiapan baik secara finansial, fisik dan kesabaran dalam masa tunggu.

Asisten I Bupati, Agus Winarno, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelepasan CJH tahun ini adalah sebagai wujud apresiasi dan pelayanan kepada calon jemaah haji Kabupaten Purbalingga yang telah memperoleh panggilan untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Terkait jumlah, ia menjelaskan, jemaah semula berjumlah 555, namun hanya 550 yang siap berangkat tahun ini, 2 orang tunda alasan lain, 2 orang tunda karena sakit dan 1 orang meninggal.

Melengkapi penjelasan Asisten I Bupati, petugas Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kankemenag Kabupaten Purbalingga, Tulus Raharjo dalam konfirmasinya menjelaskan,  CJH yang siap berangkat sejumlah 449.

“Ada satu orang lagi CJH yang meninggal dunia, namun pihak keluarga belum melaporkan secara resmi sehingga belum dilaporkan ke Kanwil,” jelas Tulus.

Perwakilan CJH, Agus Triyono memohon maaf, doa restu dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Pemerintah Daerah dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang telah membekali ilmu melalui manasik haji dan mendanai uba rampe penyelenggaran ibadah haji serta pelayanan yang baik.

Di akhir acara Ketua MUI Purbalingga, K.H. Roghib Abdurrohman, membekali para CJH dengan tausiyah singkatnya. Ia berpesan ibadah haji harus dilaksanakan dengan konsentrasi penuh baik secara fisik, mental maupun keilmuan. Semua ilmu yang sudah diperoleh selama bimbingan manasik agar diamalkan dalam rangka memperoleh pahala haji mabrur.

“Di antara hikmah berhaji adalah i’tibar sejarah. Pada saat Sa'i  dapat kita ambil hikmah bagaimana ibu Hajar berlari antara bukit Shafa dan Marwa untuk mencari sumber air. Betapa bersemangatnya Ibu Hajar dalam perjuangan tanpa kenal lelah untuk memperoleh air demi menyambung kehidupan putranya, Isma’il. Ternyata Allah menghendaki mata air memancar dari tanah di bawah telapak kaki bayi Nabi Ismail. Artinya, tidak akan  sia-sia setiap usaha yang sungguh-sungguh lillaahi ta'ala. Pasti Allah akan memberi hasil terbaik dan terindah,” tandasnya. (sar/sua)