Cegah Konflik, FKUB Galakkan Komunikasi dan Dialog Antar Umat Beragama

Wonogiri – Pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonogiri melakukan  Silaturahmi dan Komunikasi antar umat beragama di daerah/kecamatan, adapun agenda yang penting adalah saling silaturohmi dan dialog antar umat beragama untuk meningkatkan kerukunan umat beragama dan sebagai upaya preventif meredam konflik antar umat beragama di kota gaplek sekaligus sosialisasi Peraturan Bersama Menag dan Mendagri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006.

Mengingat seiring bergulirnya reformasi lebih dari satu dekade yang lalu, bahaya disintegrasi muncul dalam berbagai bentuk konflik horizontal yang dipicu faktor politik,sosial, budaya, dan juga sentimen agama.

Sebagai organisasi berbasis umat beragama, FKUB Wonogiri berusaha memberdayakan unsur masyarakat seperti mengembangkan wawasan multikultural bagi segenap lapisan masyarakat, mendorong partisipasi setiap kelompok dalam memberikan pemahaman pentingnya kerukunan melalui pendidikan, penyuluhan, dialog, penelitian dan pengkajian, dan yang terutama adalah, mendorong agar pemahaman keagamaan senantiasa selaras dengan pemahaman dan wawasan kebangsaan yang menyeluruh

Hal tersebut di sampaikan Ketua FKUB Kab. Wonogiri H. Soetopobroto dalam acara silaturahmi dengan tokoh agama se Kecamatan Selogiri,  Rabu  (12/04) di Pendopo Kecamatan Selogiri  yang di ikuti camat selogiri, seluruh pengurus FKUB dan tokoh agama se kecamatan Selogiri.

Output dari kegiatan silaturahmi antar umat beragama tersebut menurut H. Soetopobroto di harapkan mampu merumuskan masukan tentang langkah-langkah kebijakan yang mensinergikan program, baik dengan pemerintah pusat, juga antar pemerintah daerah, utamanya dalam hal pendanaan, pembinaan, pengawasan, dan pemberdayaan ormas keagamaan ke depan.

Sedangkan Kasubbag TU Kankemenag Wonogiri, Hj. Fatonah  menyambut baik kegiatan tersebut mengingat FKUB dan Kemenag adalah penyangga kerukunan umat. Menurut Fatonah eksistensi FKUB dan tokoh umat beragama di daerah sangat vital dan  strategis  yaitu sebagai penjaga aktif garis kerukunan antarumat beragama di Indonesia, bentengi anak muda dari paham yang salah dan radikal serta ciptakan iklim kondusif di kota gaplek.

Sehingga  gesekan bahkan konflik antar umat beragama akan bisa dicegah, diminimalisir, bahkan dihilangkan ketika masing-masing umat beragama bisa memahami dengan sepenuhnya esensi dari agamanya masing-masing.

“Semoga program tersebut dapat memotivasi semua pihak untuk menjalin terbentuknya komunikasi yang harmonis antar umat beragama, setiap ada masalah bisa di musyawarahkan yang akhirnya tercipta kerukunan antar umat beragama,”imbuhnya. (Mursyid_Heri/Wul)