Cegah Konflik, Klaten Bentuk PKUB Tingkat Kecamatan

Klaten – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten gelar Rakor Pembentukan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) di tingkat Kecamatan yang anggotanya berasal dari lintas agama guna mencegah konflik, yang dihadiri Toga Tomas, Kecamatan, dan penyuluh agama. Bertempat di Aula Masjid Raya Klaten, Kamis (8/11).

Ketua FKUB Kabupaten Klaten, Syamsuddin Asrofi mengatakan, bahwa pembentukan FKUB baru dilakukan di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota saja, sedangkan di tingkat Kecamatan/Desa belum ada. Oleh karena itu, sangat tepat dibentuk paguyuban-paguyuban yang anggotanya atau pengurusnya dari lintas agama sehingga kalau ada apa saja atau gejala-gejala sosial yang kurang baik, maka para tokoh agama bisa berkomunikasi dan mencegah adanya konflik.

“PKUB akan mewadahi seluruh elemen keagamaan yang ada di Kecamatan yang ada di Klaten. Apapun bentuk permasalahan yang akan muncul di tingkat Kecamatan, entah itu menyimpang, garis keras, exstrimis atau yang lainya, akan lebih mudah terdeteksi bila PKUB sudah terbentuk dan aktif melakuakan kegiatan,” tandas Syamsuddin.

Diharapkan dengan pembentukan PKUB tingkat Kecamatan, bila ada gejolak terkait dengan kerukunan beragama dapat mengatasi permasalahan ataupun memberikan informasi secara cepat ke tingkat Kabupaten.

“Kalau PKUB tingkat Kecamatan terbentuk,  akan bermanfaat sangat besar sekali, kalau ada permasalahan di tingkat Kecamatan kita segara bisa tangani, minimal informasi itu bisa segera masuk,” jelasnya.

Selain itu pembentukan PKUB Kecamatan memang perlu dan sudah waktunya dalam menyikapi perkembangan situasi apalagi Kabupaten Klaten merupakan wilayah yang cukup luas dengan masyarakat majemuk.

Sementara itu Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten, Sudarsana, sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan sangat mendukung dengan adanya pembentukan PKUB yang ada di tingkat Kecamatan.

“Pemberdayaan penyuluh agama yang ada di tingkat Kecamatan dan KUA sebagai pencerah bagi masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang kerukunan umat beragama,” jelas Sudarsana.

Ia berharap situasi kondusif dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten dapat terus terjaga, rukun, damai dan sejuk.(aj/sua)