Cegah Paham Radikal Dan Teroris

Karanganyar (Inmas) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menyelenggarakan dialog lintas Agama dalam rangka pencegahan  pahan radikal terorisme di Jawa Tengah yang dilaksanakan di ball room hotel The Alana Jl. Adi Sucipto Colomadu Karanganyar Solo, 24/5.  Kegiatan di ikuti 300 orang utusan dari tokoh-tokoh agama, organisasi keagamaan Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu, dan tokoh masyarakat se Solo Raya.

Kegiatan di hadiri oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Farhani, Bupati Karanganyar Juliatmono, serta tamu undangan lainnya. Narasumber dari Tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu.

Dalam Sambutannya Farhani mengatakan “berbicara tentang radikalis dan terorisme maka ini berkaitan dengan kerukanan umat beragama, kalau berbicara tentang kerukunan maka kita maknai sebuah kondisi yang nyata, rukun itu nyata, damai, dan indah, oleh karenanya beliau menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya pada BNPT yang telah menginisiasi kegiatan ini yang dilaksanakan di Jawa Tengah dan mudah-mudahan kegiatan ini menambah iklim yang yang sejuk dan kondusif di Jawa Tengah” ucapnya.

Farhani juga menambahkan “bahwa ciri keindonesiaan diantaranya adalah adanya keragaman, kemajemukan, pluralisme. Kalau perbicara tentang keanekaragaman, pluralisme, bahwa warga negara Indonesia ini agamanya berbeda, sukunya berbeda, ras nya juga berbeda, dan perbedaan ini adalah merukan sebuah keniscayaan, yaitu sesuatu yang tidak bisa tidak, dan ini semua ada di Indonesia, bahkan menurut penelitian bahasa yang ada di Indonesia ada 350.000 bahasa luarbiasa” tambahnya.

Bahwa siapa yang menghormati perbedaan dan karena perbedaan yang ada itu harus kita kelola secara arif kita kelola secara bijaksana, jangan sampai perbedaan yang ada ini kita jadikan sebuah pertentangan, bahkan menjadikan sebuah permusuhan bahkan pertikaian, akan tetapi yang ada itu kita kelola menjadi rahmatan lil alamin. Imbuhnya

“Tidak ada satu agamapun didunia ini yang mengajarkan tentang kekerasan akan tetapi agama yang ada semua mengajarkan tentang tolong-menolong, kasih-sayang, sehingga menjadikan kehidupan yang harmonis, maka dalam sebuah tatanan masyarakat itu akan tercipta iklim kehidupan yang sejuk dan iklim yang kondusif”. Dalam mengakhiri sambutannya. (bd)