Pembagian raport Mimau

Cegah Penyebaran Covid, Pembagian Raport Mimau Dibagi Tiga Shift

Banjarnegara – Berakhirnya tahun pelajaran 2020/2021 bagi satuan pendidikan salah satunya ditandai dengan pembagian raport peserta didik. Pembagian raport di MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo sudah terlaksana kemarin Selasa di masing – masing kelas, Selasa, (22/6)

Sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Covid-19, pihak guru di MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat pembagian raport.

Sementara untuk proses pengambilan raport, madrasah menerapkan protokol kesehatan secara ketat, dimana orangtua peserta didik sebelum masuk area Madrasah wajib dicek suhu dan harus cuci tangan di tempat yang telah disediakan, serta wajib mengenakan masker.

Dalam pembagian raport, madrasah menerapkan pola physical distancing atau jaga jarak. Untuk menghindarai terjadinya kerumunan, maka dalam pembagian raport waktunya diatur melalui sistem sift.

Setiap kelas dibagi menjadi 3 sift. Sift 1 dimulai pukul 07.30 – 09.00 (Siswa absen 1 – 10), sift 2 pukul 09.15 – 10.45 (Siswa absen 11 – 20), sift 3 pukul 11.00 – 12.15 (Siswa absen 21 – 31).

Kepala Madrasah MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo, Wahyul Khomisah menyampaikan kepada Wali Kelas agar saat pembagian raport untuk menyampaikan hal-hal penting diantaranya perkembangan siswa, nilai akhir raport, ucapan terimakasih dan permohonan maaf, serta motivasi agar lebih giat belajar dan lebih banyak membaca.

“Setiap siswa dengan jumlah nilai tertinggi 3 besar diberi Thropy penghargaan. Tujuannya agar semua siswa dapat  termotivasi, sehingga tingkat belajarnya lebih giat dan semangat. Orang tua siswa sangat bangga kepada putra putrinya yang telah mendapatkan peringkat besar,” tambahnya.

Pembagian raport berjalan dengan lancar tanpa ada kendala. Setelah selesai pembagian raport, seluruh Wali Kelas melaporkan kegiatannya kepada Kepala Madrasah.

“Alhamdulillaah pembagian rapor berjalan lancar dan 98 % orang tua telah mengambil raport anaknya. Adapun yang belum mengambil, karena ada halangan yang tidak bisa ditinggalkan,”pungkas Wahyul. (an/wk/ak/rf)