Cegah Radikalisme, Kemenag dan Polres Wonogiri Adakan Pembinaan Takmir Masjid

Wonogiri _ Masjid merupakan lembaga strategis yang dapat memainkan peran penting dan menjadi sentral pembelajaran, pendidikan, pengkaderan dan pembinaan umat Islam dalam upaya penanggulangan paham radikalisme dan gerakan terorisme yang melemahkan citra Islam dan umat Islam. Melalui dakwah dan pembinaan umat untuk menyuarakan Islam damai sangat besar pengaruhnya dalam menanggulangi radikalisme dan terorisme.

Peran takmir masjid diharapkan dapat berfungsi dengan baik dengan memperhatikan hal-hal yang mencurigakan terhadap orang-orang baru serta jangan meninggalkan masjid dalam posisi tidak ada pengurus.

Demikian di sampaikan Ka. Kankemenag Wonogiri, H. Subadi dalam acara sarasehan dan pembinaan sumber daya takmir Masjid dalam rangka pencegahan radikalisme di wilayah Wonogiri, Kamis (31/08) di Aula Kankemenag Wonogiri yang di ikuti takmir masjid se Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan ini merupakan kerjasama Kankemenag Wonogiri dan Polres Wonogiri, Acara menghadirkan narasumber KH. Dian Nafi (pengasuh Ponpes Al Muayyad Winda Surakarta) adapun narasumber lain, yaitu Wakapolres Wonogiri dan Kepala kankemenag Wonogiri.

Menurut Kepala Kankemenag, H. Subadi takmir masjid  harus mengembalikan fungsi masjid untuk mempersatu umat siapapun umatnya sehingga orang yang datang ke masjid adalah orang yang mendapatkan kemanan dan perlindungan bukan orang yang memusuhi orang atau dimusuhi orang. “Karena masjid sebagai pemersatu dan melindungi umat yang ada didalamnya,” tukas Kakankemenag.

Selain itu untuk mengantisipasi kemunculan aksi radikalisme dan terorisme, perlu langkah kebersamaan  jajaran Polri dan aparat keamanan, Kementerian Agama, bersama tokoh agama dan semua elemen masyarakat, untuk bersatu padu saling bahu membahu, dalam ikut memberikan pencerahan dan pemahaman yang benar, kepada semua lapisan masyarakat.

Sedangkan Wakapolres Wonogiri, Kompol Wawan Purwanta menyampaikan bahwa kegiatan sarasehan di laksanakan  guna mengantisipasi kemunculan radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama. Yang tindakan maupun eksistensinya, dapat mengancam kedaulatan NKRI.

“Aksi terorisme, radikalisme dan kekerasan lainya adalah musuh bersama. Dengan keterlibatan masyarakat secara bersama-sama Kabupaten Wonogiri tetap aman tentram dan damai,” terang Wakapolres.

Sedangkan dalam materinya KH Dian Nafi’ menyampaikan bahwa aksi terorisme, radikalisme dan kekerasan lainya adalah tindakan buruk yang bertentangan dengan hukum dan kaidah serta norma agama.

Selain itu, untuk menangkal terorisme akan lebih baik dengan adanya keterlibatan langsung dari masyarakat termasuk takmir masjid. Seorang takmir masjid harus arif dan bijak dalam melakukan peran pengelolaan menejemen masjid. (Mursyid__Heri/wul)