Cerita Penyuluh Memotivasi Pasien Covid19

Rembang – Wabah Covid banyak memberikan kesan mendalam bagi para penderita maupun para penyintas yang sudah berhasil sembuh. Ketika menderita wabah ini, ada perasaan cemas, takut dan tidak percaya diri, bahkan sebagian ada yang merasa terkucilkan dari lingkungan sekitar.

Kecemasan pasti mereka rasakan. Karena beredar kabar banyak orang yang meninggal karena wabah ini. Hal ini tentu membayangi pikiran mereka. Terbersit prasangka apakah mereka bisa melewati masa-masa terserang Virus Corona ini atau tidak. Atas kecemasan ini, penderita yang sedang isoman di rumah masing-masing maupun yang dirawat di rumah sakit dan tempat isolasi terpusat sangat memerlukan dukungan yang penuh dari orang-orang sekitarnya.

Adalah Mohammad Mukhlisin dan Siti Muthmainnah. Penyuluh Agama Islam Fungsional Kankemenag Kabupaten Rembang memahami sepenuhnya kondisi penderita atau pasien terpapar Covid19. Sadar akan tugasnya, kedua penyuluh ini terpanggil untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada para penderita Covid19.

Mukhlisin dan Muthmainnah sudah menjalani tugasnya ini sejak Juni 2021, ketika Kabupaten Rembang ditetapkan sebagai zona merah. Setiap Senin dan Kamis, mereka memberikan penyuluhan kepada pasien Covid19 dengan gejala ringan atau OTG yang terpusat di Hotel Puri Indah dan Hotel Pantura. Muthmainnah bertugas pada hari Senin, sedangkan Mukhlisin bertugas pada hari Kamis.

Mukhlisin mengatakan, dirinya merasa mempunyai kewajiban untuk meyakinkan pasien agar optimis menjalani masa karantina. Selain itu, ia juga meyakinkan pasien untuk bisa melewati dan sembuh atas penyakit ini.

Karena harus menjaga jarak, penyuluhan dilakukan dengan cara yang berbeda dari situasi normal. “Biasanya kami memberikan penyuluhan kepada pasien di rumah sakit (sebelum masa pandemi-red) dengan langsung mendatangi pasien di kamarnya. Namun karena ini wabah covid19, kami harus menjaga jarak ketika memberikan penyuluhan,” aku Mukhlisin.

Mukhlisin memberikan penyuluhan dari posko Covid di kedua hotel tersebut. Dengan perangkat speaker yang terpasang di kamar masing-masing pasien, mereka bisa mendengarkan penyuluhan yang disampaikan.

“Tapi ada juga pasien yang sengaja keluar dari kamarnya. Menyimak dan mendengarkan kami dari jarak jauh,” kata Mukhlisin.

Dalam penyuluhannya, Mukhlisin maupun Muthaminnah menyampaikan sikap mukmin di dalam menghadapi ujian wabah ini. Menurut Mukhlisin, penderita Covid19 harus berprasangka baik kepada Allah SWT, tawakal dan bersabar.

“Kami yakinkan pasien agar sebisa mungkin menenangkan pikiran dan optimis akan kesembuhan mereka. Karena dengan pikiran dan hari yang tenang, akan bisa menghasilkan antibodi yang cukip baik dari dalam tubuh kita. Dan ini sangat baik untuk melawan virus,” ungkap Mukhlisin.

Sementara Muthmainnah mengimbau kepada yang mempunyai harta lebih agar memperbanyak sedekah. Karena Sedekah bisa menjadi tolak balak bencana. “Dengan terapi fisik dan rohani di tempat isolasi terpusat ini, Insya Allah semua pasien bisa lulus dari wabah. Kembali sehat dan bisa beraktivitas,” ucapnya.

Mukhlisin dan Muthmainnah berharap, semua penderita Covid19 segera sembuh. Dan Rembang kembali menjadi zona hijau. — iq