Ciptakan generasi muda yang kompetitif

Rembang — Sekolah menengah pertama atau sederajat merupakan sebuah lembaga pendidikan formal yang termasuk dalam program wajib belajar sembilan tahun. Di jenjang pendidikan ini, para siswa ditempa berbagai ilmu pengetahuan setingkat lebih tinggi dari sekolah dasar atau sederajat.

Di SMP pula, mulai terbentuk karakteristik siswa yang telah memasuki usia remaja. Dan pada usia tersebut, mereka pun dituntut untuk bisa bergaul di dunia yang telah memasuki era globalisasi. Guna menghadapi era tersebut, dibutuhkan persiapan khusus, salah satunya adalah dengan menguasai bahasa internasional, yaitu Bahasa Inggris.

Untuk itulah, MTsN Negeri Sale, Rembang terus berupaya mengembangkan kelas program Bilingual yang memfokuskan pengetahuan bahasa asing, utamanya bahasa Inggris. Kepala MTsN Sale, Masrum mengatakan, pihaknya membuat serangkaian program dalam rangka mengembangkan kemampuan siswa dalam berbahasa Inggris. Salah satunya adalah dengan ‘English Camp”. Kegiatan ini telah dilakukan rutin setiap tahun semenjak sekitar lima tahun silam.

Program ini dilaksanakan selama seminggu (18-23/5) di lingkungan MTsN Sale. Untuk mematangkan English Camp ini, pihak madrasah mendatangkan tutor dari Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris Pare, Kediri yang sudah diakui kualitasnya di tingkat nasional. Dalam kegiatan ini, para siswa ditempa menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris dengan berbagai media, yaitu daily conversation, speech contest, story telling, singing, dan juga berbagai game menarik yang sudah dikemas oleh para tutor.

Masrum juga berharap, kelas bilingual ini bisa melahirkan generasi-generasi yang berprestasi baik di berbagai bidang baik di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional. “Sebagaimana pepatah “Bahasa adalah jendela dunia, kami ingin siswa-siswi kelas Bilingual benar-benar menguasai dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris agar bisa berkompetisi di dunia kerja. Dan dengan menguasai bahasa asing juga, berarti akan mampu menguasai dunia”, ujar Masrum.

Outbond

English Camp ini juga diisi oleh kegiatan outbond, berlokasi di bukit Dukuh Glanggang, Desa pamotan, Kecamatan pamotan, Rembang. Sekitar 56 siswa mendirikan beberapa tenda di lokasi yang dipenuhi oleh pohon-pohon dan sekitar aliran sungai ini. Flying Fox merupakan salah satu wisata alam untuk menyegarkan fisik dan psikis siswa. Masrum menambahkan, outbond ini juga bertujuan untuk mengenalkan siswa dengan alam agar turut bisa melestarikannya.—Shofatus Shodiqoh