CJH Supaya Selalu Kenakan Alas Kaki

Boyolali –

Beribadah dan berziarah di Masjid Nabawi memiliki keutamaan tersendiri. Jika seseorang salat di masjid yang dibangun Rasulullah SAW itu, pahalanya akan dilipatgandakan.
Sekali salat di Masjid Nabawi, pahalanya lebih baik dari 1.000 kali salat di masjid lain, selain Masjidil Haram. Jemaah juga bisa berziarah di makam Rasulullah yang bersebelahan dengan mimbar khutbah.

Keutamaan salat di Masjid Nabawi itu yang mendorong jemaah untuk selalu mengunjungi masjid ini. Apalagi, jemaah biasanya juga mengejar arbain, yakni salat fardhu 40 waktu tanpa terputus.
Namun, berkumpulnya puluhan bahkan ratusan ribu jemaah di Masjid Nabawi itu, terkadang membuat jemaah bingung dan kesasar. Tak sedikit yang kehilangan sandal mereka
.
Seperti dialami seorang jemaah yang berjalan menuju pemondokan tanpa alas kaki. Jemaah itu tidak menemukan sandalnya di rak yang sudah disediakan di areal masjid.

Kejadian serupa juga dialami seorang jemaah lanjut usia yang kesasar tanpa alas kaki. Meskipun, jemaah ini mengaku, sudah terbiasa berjalan kaki tanpa sandal.

Kehilangan sandal ini sebenarnya cukup berisiko. Karena, berdasarkan data dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Madinah, beberapa jemaah menjalani perawatan karena kaki melepuh.

Untuk itu, Kepala Seksi Perlindungan Jemaah Daerah Kerja Madinah, Maskat, mengimbau jemaah untuk selalu mengingat letak rak tempat menyimpan sandal atau sepatu.
“Biasanya jemaah lupa naruh di mana,” kata Maskat saat ditemui Sinhat di Kantor Daker Madinah. Ahad (14/08/2016)
.
Maskat juga menjelaskan, pengurus Masjid Nabawi sebenarnya sudah menyediakan plastik untuk membungkus sandal atau sepatu jemaah. Sandal atau sepatu itu yang kemudian bisa dibawa masuk ke masjid dan diletakkan di rak-rak yang telah disediakan.

Selain itu, jemaah diharapkan untuk mencatat nomor rak tempat menyimpan sandal. Cara ini untuk mengantisipasi jemaah kesulitan menemukan rak sandalnya, di saat ribuan orang dari sejumlah negara berkumpul di Masjid Nabawi. (gt/gt)